- Warga Leles mengepung rumah guru ngaji berinisial U (54) pada Selasa (17/3/2026) setelah aksi pencabulan terungkap.
- Pencabulan terhadap santri berusia 13 tahun ini terungkap oleh nenek korban dan terjadi berulang kali hingga sepuluh kali.
- Pelaku berhasil dievakuasi polisi ke PPA, kini menghadapi ancaman hukuman 12 tahun penjara atas perbuatannya.
SuaraJabar.id - Suasana tenang di Desa Dano, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, mendadak berubah mencekam pada Selasa (17/3/2026).
Bukannya lantunan ayat suci yang terdengar, melainkan teriakan amarah warga yang mengepung rumah seorang pria berinisial U (54).
Pria yang selama ini dihormati sebagai guru ngaji itu, nyaris meregang nyawa di tangan massa setelah tabir gelapnya terkuak dengan cara yang tak terduga.
Prahara ini bermula dari kecurigaan sang nenek. Merasa ada yang tidak beres, ia memberanikan diri mengintip ke dalam sebuah ruangan di mes santri.
Namun, apa yang tertangkap matanya adalah sebuah pengkhianatan terhadap kepercayaan. Dia menyaksikan cucu kesayangannya yang baru berusia 13 tahun tengah dicabuli oleh sang guru.
Kabar itu menyebar secepat api di atas rumput kering. Warga yang tersulut emosi segera merangsek, mengepung pelaku yang selama ini menjadi panutan di kampung tersebut.
Polisi dari Polsek Leles dan anggota Koramil setempat harus berjibaku, mempertaruhkan keselamatan demi mengevakuasi U dari kepungan massa yang sudah gelap mata dan siap melakukan tindakan anarkis.
"Kami harus bergerak cepat menenangkan warga agar tidak berbuat brutal. Beruntung, pelaku berhasil kami evakuasi dalam keadaan selamat ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," ujar Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin.
Di balik dinding dingin ruang pemeriksaan, fakta pahit mulai terungkap satu per satu. U mengakui bahwa aksi bejatnya bukan sekali itu saja terjadi.
Baca Juga: Catat Jadwalnya! Truk Sumbu Tiga Diharamkan Melintasi Jalur Pangandaran Selama Arus Mudik 2026
Remaja malang tersebut ternyata telah dipaksa melayani nafsu bejat sang guru sebanyak sepuluh kali di lokasi yang sama. Selama ini, korban bungkam seribu bahasa karena dibayang-bayangi intimidasi dan rasa takut yang mendalam.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya telah dilakukan berulang kali, hingga sepuluh kali. Ada dugaan korban diintimidasi agar tidak melapor," tambah AKP Joko.
Kini, sang "pembimbing spiritual" itu harus menukar sorban dengan baju tahanan. Ironisnya, di saat umat Muslim bersiap menyambut hari kemenangan, U justru harus merayakan Lebaran di balik jeruji besi Mapolres Garut.
Ancaman hukuman 12 tahun penjara kini menantinya, sebuah harga mahal yang harus dibayar atas hancurnya masa depan seorang anak di bawah umur yang seharusnya ia lindungi.
Artikel ini telah tayang di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Oknum Guru Ngaji di Garut Nyaris Diamuk Massa, Diduga Cabuli Murid hingga 10 Kali"
Berita Terkait
-
Catat Jadwalnya! Truk Sumbu Tiga Diharamkan Melintasi Jalur Pangandaran Selama Arus Mudik 2026
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Proyek Halte BRT "Berantakan", Dishub Jabar Langsung Turun Tangan
-
Lebih Awal Lebih Tenang: Hindari Puncak Mudik, Puluhan Ribu Perantau Serbu Terminal Guntur Garut
-
"Uangnya Ada, Tapi Takut Dipenjara": Ironi Dedi Mulyadi Tahan Puluhan Miliar THR PPPK Jabar
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
Terkini
-
Kolaborasi Nyata Dunia Usaha-Pemerintah, Kompak Santuni Anak Yatim di Sukadiri
-
Warga Ciamis Tenang! Stok Beras Melimpah 30 Ribu Ton, Satgas Pangan Jamin Aman Hingga Usai Lebaran
-
Lebaran Hemat di Sukabumi: Tiket Masuk Wisata Diskon 50 Persen, Cuma Rp6.000 Bisa Healing Sepuasnya
-
Petaka Lampu Merah Bojong: Jeritan di Bawah Badan Truk 2 Nyawa Melayang
-
Limbangan-Malangbong Padat: Ribuan Pemudik Terjebak Macet, Jalur Tikus Jadi Pilihan Terakhir