Wakos Reza Gautama
Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:41 WIB
Ilustrasi IMM mengkritik sikap Pemkot Sukabumi yang tidak mengizinkan Muhammadiyah salat Id di Lapang Merdeka. [suara.com]
Baca 10 detik
  • Pemkot Sukabumi menolak izin Salat Idulfitri Muhammadiyah di Lapang Merdeka pada Jumat (20/3/2026), menguji predikat kota toleransi.
  • PC IMM mengkritik keras penolakan tersebut sebagai kegagalan mengelola perbedaan agama dan pengingkaran janji politik kepala daerah.
  • Akibatnya, ribuan jemaah Muhammadiyah terpaksa salat di ruang lebih sempit, sementara IMM menuntut Wali Kota memberikan klarifikasi segera.

Kehilangan akses Lapang Merdeka membuat ribuan jemaah Muhammadiyah Sukabumi terpaksa harus memindahkan lokasi salat berjemaah mereka ke ruang yang lebih sempit, yakni di kompleks Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dan SD Aisyiyah Cipoho.

Bagi PC IMM, hal ini meruntuhkan legitimasi pemerintah sebagai pengayom semua golongan. Diki mengingatkan bahwa toleransi sejati tidak diuji saat semua orang memakai baju yang seragam, melainkan ketika dihadapkan pada perbedaan tajam. Dan dalam ujian kali ini, Pemkot dinilai telah gagal total.

Menutup pernyataannya, IMM melayangkan ultimatum tegas. Mereka mendesak Wali Kota Sukabumi untuk segera turun gunung memberikan penjelasan yang rasional.

“IMM dengan tegas mendesak Wali Kota Sukabumi untuk segera menghentikan kebijakan yang diskriminatif ini dan memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Jika pemerintah terus diam, maka publik berhak menyimpulkan bahwa 'Kota Toleransi' di Sukabumi hanyalah ilusi semata, yang runtuh di hadapan kepentingan politik dan ketidakberanian mengambil sikap adil,” pungkas Diki.

Artikel ini telah ditayangkan di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Izin Salat Ied Muhammadiyah di Lapang Merdeka Sukabumi Ditolak, IMM Pertanyakan Predikat Kota Toleransi"

Load More