- PIK Tourism Board menginisiasi kolaborasi antara pariwisata (GIPI) dan aviasi (BARINDO, InJourney Airports) untuk aksesibilitas.
- Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan membangun ekosistem pariwisata terintegrasi guna meningkatkan daya saing destinasi PIK.
- Peserta meninjau langsung destinasi PIK untuk menunjukkan potensi terpadu guna memperluas peluang bisnis dan trafik penumpang.
SuaraJabar.id - Penguatan konektivitas menjadi salah satu isu krusial dalam pengembangan pariwisata nasional. Di tengah persaingan destinasi yang semakin ketat, integrasi antara pengelola kawasan wisata, asosiasi industri, dan sektor transportasi udara dinilai menjadi faktor penentu dalam meningkatkan arus kunjungan wisatawan.
Hal ini tercermin dalam langkah PIK Tourism Board yang mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan industri, mulai dari Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Board of Airline Representatives in Indonesia (BARINDO), hingga InJourney Airports dalam sebuah forum kolaboratif yang dikemas melalui agenda buka puasa bersama.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor guna mendorong pengembangan destinasi yang tidak hanya atraktif, tetapi juga mudah diakses. Dalam konteks industri, aksesibilitas merupakan salah satu variabel utama yang memengaruhi keputusan perjalanan wisatawan, baik domestik maupun internasional.
Head of Tourism Development Agung Sedayu Group, Fenny Maria, menekankan bahwa pembangunan destinasi saat ini harus berbasis pada kolaborasi yang terintegrasi.
“Kami percaya bahwa pengembangan destinasi tidak dapat dilakukan sendiri,” ujar Fenny Maria dalam rilis yang diterima, Minggu (22/3/2026).
Ia menilai, keterlibatan asosiasi pariwisata dan industri aviasi membuka peluang untuk memperkuat ekosistem secara menyeluruh.
“Melalui kolaborasi dengan berbagai asosiasi pariwisata dan industri aviasi, kami berharap dapat membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi,” tambahnya.
Menurut dia, langkah tersebut juga akan berdampak pada peningkatan akses wisatawan ke destinasi.
“Sekaligus memperluas akses bagi wisatawan untuk mengenal dan menikmati berbagai pengalaman yang ditawarkan di kawasan PIK,” jelasnya.
Baca Juga: Berlangsung di 3 Kota, Bersama 300 Nasabah Top Tier, Inilah BRI Imlek Prosperity 2026 Penuh Makna
Dalam kerangka industri, pendekatan ini sejalan dengan tren global di mana destinasi wisata tidak lagi berdiri sebagai entitas tunggal, melainkan sebagai bagian dari rantai nilai (value chain) yang mencakup transportasi, akomodasi, hingga pengalaman wisata.
Sebagai bagian dari agenda tersebut, para peserta juga diajak meninjau langsung sejumlah titik destinasi unggulan di kawasan PIK, seperti Aloha, Pantjoran PIK, Land’s End, dan Sunset Pier. Kunjungan ini menjadi sarana untuk memperlihatkan potensi kawasan sebagai destinasi wisata urban yang terintegrasi.
Dari perspektif bisnis, langkah ini dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut, termasuk dalam pengembangan paket perjalanan, promosi bersama, hingga optimalisasi jalur distribusi wisatawan melalui jaringan maskapai dan bandara.
PIK sendiri berkembang sebagai salah satu kawasan dengan pendekatan mixed-use yang menggabungkan fungsi hunian, komersial, dan rekreasi. Model ini memungkinkan terciptanya pengalaman wisata yang lebih komprehensif, sekaligus meningkatkan lama tinggal (length of stay) wisatawan.
Bagi industri aviasi, penguatan destinasi seperti ini juga berdampak langsung pada potensi peningkatan trafik penumpang. Destinasi yang memiliki daya tarik kuat dan akses yang jelas akan mendorong permintaan perjalanan, baik melalui rute eksisting maupun pembukaan rute baru.
Di sisi lain, bagi pelaku industri pariwisata, kolaborasi ini membuka peluang untuk memperluas pasar melalui jaringan distribusi yang lebih luas dan terintegrasi. Hal ini menjadi penting dalam upaya meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di tengah kompetisi regional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Menyambung Titik-Titik Wisata: Pentingnya Integrasi Transportasi Udara dan Industri
-
BRI Hadirkan THR Lebaran 2026 dalam Bentuk Emas, Ini 6 Cara Transfer di BRImo
-
Tetap Aman dan Nyaman Selama Lebaran 2026: BRI Sabrina WhatsApp 24 Jam Bantu Nasabah Lebih Cepat
-
Pantauan Langit Kapolda Jabar: Exit Tol Parungkuda "Adem Ayem", Puncak Mudik Ternyata Sudah Lewat
-
Mudik Seru ke Sukabumi! Anak Bisa Main Lego, Ayah Pijat Refleksi di Pos Penyu Gadobangkong