- Muhammad Fardeen (21) meninggal dunia di Pantai Cikadal, Geopark Ciletuh, Sabtu (28/3/2026) akibat terseret pasang air laut.
- Korban dan rekannya menyeberang saat air surut pada Sabtu pagi, tetapi terperangkap saat arus pasang sekitar pukul 11.45 WIB.
- Jasad Fardeen ditemukan tim SAR mengapung pukul 13.00 WIB dan dievakuasi, menjadi pengingat kewaspadaan terhadap perubahan pasang surut.
SuaraJabar.id - Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa laut tidak pernah bisa ditebak. Pesan itulah yang kini menyisakan duka mendalam bagi keluarga Muhammad Fardeen (21).
Niat hati menikmati indahnya pesisir Geopark Ciletuh dengan memancing, pemuda asal Cisaat ini justru harus pulang dalam balutan kantong jenazah setelah terjebak oleh pasangnya air laut di perairan Pantai Cikadal, Sabtu (28/3/2026).
Tragedi ini bermula dari sebuah fenomena alam yang sering kali dianggap remeh oleh wisatawan yakni pasang surut air laut.
Sabtu pagi, sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, hamparan Pantai Cikadal menuju Pulau Mandra, Desa Mandrajaya, Sukabumi, tampak begitu bersahabat. Air yang surut menyisakan daratan pasir dan karang yang bisa dilintasi hanya dengan berjalan kaki.
Fardeen tak sendirian. Ia bersama rekannya, Erik Haryanto (33), melangkah mantap menyeberangi lautan yang sedang "mengalah" itu.
Tujuan mereka sederhana, yakni mencari spot memancing terbaik di Pulau Mandra sembari mengagumi eksotisme pulau tersebut.
Mereka tak menyadari bahwa jalur yang mereka lalui adalah daratan fana yang sewaktu-waktu bisa hilang ditelan pasang.
"Pagi hari memang air surut, jadi orang bisa jalan kaki ke seberang. Tapi situasi berubah drastis saat mereka hendak kembali," ujar Jujun Junaedi, seorang warga setempat yang menyaksikan perubahan kondisi alam tersebut.
Petaka datang tepat tengah hari, sekitar pukul 11.45 WIB. Saat Fardeen dan Erik memutuskan untuk kembali ke daratan utama, jalur setapak yang mereka lalui pagi tadi sudah tak lagi terlihat. Laut yang tadinya tenang kini mulai naik dengan arus yang cukup kuat.
Baca Juga: Sumbu Pendek di Jalur Sukamantri: Viral Pemuda Ciamis Hancurkan Kaca Mobil Pemudik
Kepanikan mulai melanda. Di tengah kepungan air yang terus meninggi, kedua pria ini mencoba menerjang arus. Erik, yang lebih senior, berhasil berjuang melawan tarikan air.
Namun malang bagi Fardeen, pemuda berusia 21 tahun itu diduga tak mahir berenang. Di bawah terik matahari Sukabumi, raga Fardeen terseret arus dan menghilang di balik deburan ombak.
“Korban Muhammad Fardeen diduga tidak dapat berenang sehingga terseret ombak dan tenggelam, sementara rekannya berhasil menyelamatkan diri,” jelas Kapolsek Ciemas, AKP Deni Miharja.
Hilangnya Fardeen memicu respons cepat dari tim SAR gabungan. Petugas dari Satpolairud, TNI AL, Balawista, hingga relawan P2BK menyisir area perairan antara Pantai Cikadal dan Pantai Palangpang.
Harapan untuk menemukan Fardeen dalam keadaan selamat perlahan sirna. Sekitar pukul 13.00 WIB, jasad sang pemuda ditemukan mengapung tak jauh dari lokasi awal ia terseret, dalam kondisi sudah tak bernyawa.
“Tim menemukan korban di perairan laut dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu,” ungkap Mohammad Piat Supriatna dari Balawista Geopark Ciletuh.
Berita Terkait
-
Sumbu Pendek di Jalur Sukamantri: Viral Pemuda Ciamis Hancurkan Kaca Mobil Pemudik
-
Kisah Pilu Kakak Beradik Disekap dan Disabet Golok Saat Camping di Pantai Cibuaya
-
Kado Pahit Usai Lebaran: Karanghawu Dikepung 50 Kantong Sampah, Potret Miris Wisatawan di Sukabumi
-
Misteri di Balik Tembok BMI 5: Menelusuri Tempat Eksekusi WNA Singapura yang Jasadnya Dicor
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Mencekam di Dasar Sumur Tasikmalaya: Mayat Perempuan Ditemukan Bersama Ular Kobra
-
Kebangetan! Usai 'Aktivitas Bersama', Pria di Probolinggo Bawa Kabur Motor Saat Korban Mandi
-
Ida Nurlaela Dorong BUMN Kembangkan Energi Panas Bumi untuk Listrik
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan