- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengancam tidak akan memberikan proyek kepada kontraktor dengan rekam jejak buruk mulai Jumat (27/3/2026).
- Infrastruktur Jawa Barat diarahkan memiliki karakter Sunda, seperti trotoar "Pangiuhan", dan akan ada pembongkaran bangunan penghalang pemandangan alam.
- Anggaran pajak kendaraan dinas diusulkan dialihkan langsung untuk perbaikan jalan dan trotoar, didukung sistem pemantauan aset digital terpadu.
SuaraJabar.id - Wajah infrastruktur Jawa Barat dipastikan bakal bersalin rupa. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), baru saja melempar "bom" peringatan keras bagi para pengusaha konstruksi.
Pesannya singkat namun mematikan. Kontraktor dengan rekam jejak buruk tidak akan lagi mendapat tempat di Tanah Pasundan.
Dalam pertemuan tertutup dengan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru-baru ini, pria yang akrab disapa KDM ini menegaskan bahwa era "proyek asal jadi" telah berakhir.
Ia meminta Dinas Perhubungan, Pendidikan, hingga Pekerjaan Umum (PU) untuk lebih selektif dan berani memutus rantai kerjasama dengan pemborong yang tidak bertanggung jawab.
“Pemborong yang pekerjaannya tidak baik dan tidak berkualitas, jangan diberi kesempatan lagi! Berikan kepada yang mampu bekerja tepat waktu, bertanggung jawab, dan hasilnya bagus,” tegas Dedi dengan nada bicara yang lugas, Jumat (27/3/2026).
Bagi Dedi, infrastruktur bukan sekadar beton dan aspal yang fungsional, melainkan cerminan identitas budaya. Ia bermimpi trotoar di Jawa Barat, terutama di depan sekolah-sekolah, menjadi ruang publik yang manusiawi.
Tak tanggung-tanggung, ia menginstruksikan penggunaan material pabrikan berkualitas tinggi, lengkap dengan kursi dan shelter bertajuk “Pangiuhan”.
Penggunaan istilah Sunda pada fasilitas publik ini bukan tanpa alasan. Ini adalah strategi KDM untuk memperkuat karakter daerah di tengah modernisasi. Ia ingin warga merasa bangga dan nyaman saat melintasi jalanan provinsi.
Namun, visi estetika Dedi melampaui sekadar trotoar. Ia berencana melakukan langkah radikal yakni "memerdekakan" pemandangan alam.
Baca Juga: Goalpara Tea Park Jadi Kambing Hitam? Dibalik Viral Jalur Sukaraja yang Tenggelam Bak Aliran Deras
Bangunan-bangunan yang selama ini menghalangi akses pandangan mata ke laut, hutan, dan sungai akan dibongkar secara bertahap.
“Rakyat harus bisa menikmati keindahan alam secara gratis, tanpa terhalang tembok-tembok bangunan,” ungkapnya.
Di sisi teknologi, Dedi mengusulkan pembentukan pos layanan terpadu berbasis digital. Sistem ini nantinya akan memantau kondisi aset daerah secara real-time.
Jika ada lampu jalan mati atau lubang di aspal, unit reaksi cepat akan langsung meluncur ke lokasi sebelum keluhan warga membanjiri media sosial.
Yang tak kalah menarik adalah kritiknya terhadap birokrasi pajak kendaraan dinas. Dedi menilai sistem saat ini tidak efisien karena hanya "memutar uang" di internal pemerintah.
Secara revolusioner, ia mengusulkan agar anggaran pajak kendaraan dinas dialihkan langsung untuk perbaikan jalan dan pembangunan trotoar yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tag
Berita Terkait
-
Goalpara Tea Park Jadi Kambing Hitam? Dibalik Viral Jalur Sukaraja yang Tenggelam Bak Aliran Deras
-
Mencekam! Detik-detik Pikap Hantam Fortuner dan Datsun di Lingkar Selatan Sukabumi
-
Aksi 'Kucing-kucingan' Truk Sumbu 3 di Sukabumi: 75 Armada Terjaring Penyekatan Saat Arus Balik
-
Darah di Balik Botol Intisari: Cekcok 'Kurang Bayar' Berujung Maut di Lingkar Selatan Sukabumi
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Summarecon Bogor, Tawarkan Promo KPR dan KKB Menarik
-
Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Capai 5,8 Hektare, Pemadaman Masih Berlangsung
-
Inklusi Keuangan Makin Kuat, BRImo Raih 49,7 Juta Pengguna