Wakos Reza Gautama
Senin, 30 Maret 2026 | 17:31 WIB
Ilustrasi Mobil travel berwarna putih bernomor polisi F 1147 QA mengalami kecelakaan tunggal hingga terjun ke jurang sedalam kurang lebih 10 meter di ruas jalan Bagbagan–Kiaradua, tepatnya di Kampung Ciawitali, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. [unsplash]
Baca 10 detik
  • Sebuah mobil travel putih terjun 10 meter ke jurang di Kampung Ciawitali, Sukabumi, pada Senin, 30 Maret 2026, sekitar pukul 13.00 WIB.
  • Warga setempat segera mengevakuasi ibu dan anak kecil yang selamat dari mobil terbalik tersebut meskipun mengalami syok berat.
  • Pengemudi travel mengaku mengantuk saat mengemudi dari Tanjung Priok, yang menyebabkan kehilangan kendali dan kecelakaan tunggal itu.

SuaraJabar.id - Siang bolong yang panas di ruas jalan Bagbagan–Kiaradua mendadak pecah oleh dentuman keras yang menggetarkan aspal.

Di Kampung Ciawitali, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, sebuah mobil travel putih bernomor polisi F 1147 QA meluncur tak terkendali, menebas semak belukar, hingga terjun bebas ke dasar jurang sedalam 10 meter, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Sesaat setelah suara "jeduk" yang memekakkan telinga itu berhenti, suasana berubah mencekam. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu tak membuang waktu.

Mereka berhamburan, berlari menuruni lereng curam demi menyelamatkan nyawa yang terperangkap di dalam mobil yang telah terbalik tersebut.

Fajar (24), salah seorang saksi mata di lokasi, masih ingat betul betapa cepatnya peristiwa itu terjadi.

"Mobilnya kencang dari arah bawah (Bagbagan). Saking kencangnya, tiba-tiba langsung terdengar benturan. Benar-benar tidak kelihatan jelas saking cepatnya mobil itu hilang dari jalan," ujarnya.

Ketakutan warga memuncak saat mengetahui ada penumpang di dalam kendaraan yang ringsek tersebut. Namun, mukjizat seolah hadir di dasar jurang Ciawitali. Di antara puing kendaraan, ditemukan seorang ibu dan anak kecil yang sedang menangis histeris karena syok.

"Langsung kami tolongin. Ada ibu-ibu sama anak kecil juga di dalam. Alhamdulillah, meski jatuh dari ketinggian 10 meter lebih, semuanya selamat," lanjut Fajar mengucap syukur.

Proses evakuasi berlangsung dramatis namun cepat. Warga bahu-membahu menggendong anak kecil dan membantu sang ibu naik kembali ke bahu jalan.

Baca Juga: Misteri Jasad Tertelungkup di Warudoyong Terungkap

Tak lama kemudian, pihak keluarga menjemput mereka dalam kondisi yang stabil meski trauma berat masih menyelimuti.

Di sudut lain, Toni Hermawan (32), sang pengemudi travel, tampak masih linglung. Ia hanya mengalami luka ringan di tangan akibat benturan, namun wajahnya menyiratkan penyesalan yang mendalam.

Perjalanan jauh dari Tanjung Priok, Jakarta, menuju wilayah Jampang itu berakhir di luar rencana karena serangan kantuk yang tak tertahankan.

"Saya ngantuk sekali. Tidak sadar sama sekali detik-detik jatuh. Tahu-tahu mobil sudah terasa jatuh dan ada di bawah," ungkap Toni pelan.

Ia menceritakan bahwa perjalanan tersebut merupakan lanjutan setelah ia menjemput penumpangnya di wilayah Cisarakan.

Namun, rasa lelah yang memuncak membuatnya kehilangan kesadaran sepersekian detik, sebuah micro-sleep yang hampir saja merenggut nyawa.

Load More