- Sebuah mobil travel putih terjun 10 meter ke jurang di Kampung Ciawitali, Sukabumi, pada Senin, 30 Maret 2026, sekitar pukul 13.00 WIB.
- Warga setempat segera mengevakuasi ibu dan anak kecil yang selamat dari mobil terbalik tersebut meskipun mengalami syok berat.
- Pengemudi travel mengaku mengantuk saat mengemudi dari Tanjung Priok, yang menyebabkan kehilangan kendali dan kecelakaan tunggal itu.
SuaraJabar.id - Siang bolong yang panas di ruas jalan Bagbagan–Kiaradua mendadak pecah oleh dentuman keras yang menggetarkan aspal.
Di Kampung Ciawitali, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, sebuah mobil travel putih bernomor polisi F 1147 QA meluncur tak terkendali, menebas semak belukar, hingga terjun bebas ke dasar jurang sedalam 10 meter, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Sesaat setelah suara "jeduk" yang memekakkan telinga itu berhenti, suasana berubah mencekam. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu tak membuang waktu.
Mereka berhamburan, berlari menuruni lereng curam demi menyelamatkan nyawa yang terperangkap di dalam mobil yang telah terbalik tersebut.
Fajar (24), salah seorang saksi mata di lokasi, masih ingat betul betapa cepatnya peristiwa itu terjadi.
"Mobilnya kencang dari arah bawah (Bagbagan). Saking kencangnya, tiba-tiba langsung terdengar benturan. Benar-benar tidak kelihatan jelas saking cepatnya mobil itu hilang dari jalan," ujarnya.
Ketakutan warga memuncak saat mengetahui ada penumpang di dalam kendaraan yang ringsek tersebut. Namun, mukjizat seolah hadir di dasar jurang Ciawitali. Di antara puing kendaraan, ditemukan seorang ibu dan anak kecil yang sedang menangis histeris karena syok.
"Langsung kami tolongin. Ada ibu-ibu sama anak kecil juga di dalam. Alhamdulillah, meski jatuh dari ketinggian 10 meter lebih, semuanya selamat," lanjut Fajar mengucap syukur.
Proses evakuasi berlangsung dramatis namun cepat. Warga bahu-membahu menggendong anak kecil dan membantu sang ibu naik kembali ke bahu jalan.
Baca Juga: Misteri Jasad Tertelungkup di Warudoyong Terungkap
Tak lama kemudian, pihak keluarga menjemput mereka dalam kondisi yang stabil meski trauma berat masih menyelimuti.
Di sudut lain, Toni Hermawan (32), sang pengemudi travel, tampak masih linglung. Ia hanya mengalami luka ringan di tangan akibat benturan, namun wajahnya menyiratkan penyesalan yang mendalam.
Perjalanan jauh dari Tanjung Priok, Jakarta, menuju wilayah Jampang itu berakhir di luar rencana karena serangan kantuk yang tak tertahankan.
"Saya ngantuk sekali. Tidak sadar sama sekali detik-detik jatuh. Tahu-tahu mobil sudah terasa jatuh dan ada di bawah," ungkap Toni pelan.
Ia menceritakan bahwa perjalanan tersebut merupakan lanjutan setelah ia menjemput penumpangnya di wilayah Cisarakan.
Namun, rasa lelah yang memuncak membuatnya kehilangan kesadaran sepersekian detik, sebuah micro-sleep yang hampir saja merenggut nyawa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Dendam dan Incar Rumah Jadi Motif Pembunuhan Ibu Tiri di Panyileukan
-
Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung
-
Didorong Publik Usut Lapas Cibinong, KPK: Kami Terus Pantau
-
Cari Money Changer Terdekat? BRI Hadir di Bandara, Pelabuhan hingga Pusat Kota
-
Dari Sepeda hingga Cita-Cita, BRI Peduli Temani Perjalanan Mahesa Meraih Mimpi