- Wings Group meluncurkan merek Aquviva pada Februari 2025 dengan harga murah untuk menantang dominasi pasar AMDK di Indonesia.
- Strategi promosi masif berhasil meningkatkan jumlah uji coba konsumen namun kini menghadapi tantangan retensi yang cukup serius.
- Konsumen mengeluhkan kualitas rasa serta sumber air PDAM yang digunakan Aquviva di pabrik Cikarang pada April 2026.
SuaraJabar.id - Pasar Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia, yang selama ini didominasi oleh merek-merek raksasa seperti AQUA dan Le Minerale, kini menghadapi guncangan signifikan.
Langkah agresif Wings Group dalam meluncurkan merek Aquviva pada Februari 2025 dipandang sukses menggebrak pasar.
Dengan strategi promosi masif dan penawaran harga murah untuk volume yang lebih besar, Aquviva dianggap berhasil menciptakan gelombang uji coba (trial) yang signifikan di kalangan konsumen.
Praktisi komunikasi pemasaran di LSPR Institute, Safaruddin Husada berpendapat bahwa langkah awal Aquviva memang dirancang dengan sangat baik untuk mendobrak pasar.
Menurutnya, promosi besar-besaran yang dilakukan Aquviva berfungsi efektif sebagai penghambat hambatan masuk, penghasil perhatian dan pendorong uji coba produk.
“Tanpa upaya seperti itu, sebuah brand bahkan tidak akan masuk ke dalam pertimbangan konsumen,” ungkap Safaruddin, kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
Pendekatan ini sangat sejalan dengan karakter dan rekam jejak Wings Group yang diakui keandalannya dalam menembus pasar yang sudah ada.
Pengamat bisnis dan marketing Inventure, Yuswohady menyoroti pola Wings Group yang sukses memodifikasi produk pemimpin pasar dengan tawaran yang lebih ekonomis.
“Wings selalu jadi second brand. Dia ATM brand amati, tiru, dimurahin atau dimodifikasi,” jelas Yuswohady.
Namun, di balik euforia peluncuran yang diklaim sukses tersebut, kondisi Aquviva saat ini mulai menghadapi ujian berat terkait retensi konsumen.
Baca Juga: Mogok di Rel Kereta? Korlantas Polri Evaluasi Keamanan Mobil Listrik Usai Kecelakaan Maut Bekasi
Kekecewaan konsumen terhadap kualitas produk mulai bermunculan dan ramai diperbincangkan di media sosial X (Twitter).
Tak sedikit konsumen yang awalnya tergiur harga murah kini melaporkan kualitas air Aquviva terasa biasa saja, hambar, hingga menyisakan rasa yang tidak nyaman.
“Aquviva air nya gak enak, kek ada rasa tanah di lidah,” keluh pengguna X dengan akun @PutraSanja41702.
Sentimen serupa disuarakan oleh @wilipradewa yang mempertanyakan kesegaran produk tersebut.
“Aquviva segernya dari mana sih gw minum aquviva rasanya kok kek air keran ya.”
Bahkan, pengguna @BobyDar4 menyoroti bahwa suhu penyajian tidak banyak membantu “Dingin tetep gak enak, apalagi kalau gak dingin malah eneg pas minum aquviva.”
Berita Terkait
-
Mogok di Rel Kereta? Korlantas Polri Evaluasi Keamanan Mobil Listrik Usai Kecelakaan Maut Bekasi
-
Fakta-fakta Mengejutkan Kecelakaan Kereta Bekasi Timur dan Potensi Masalah Taksi 'Green SM'
-
KRL BekasiCikarang Kembali Normal, Stasiun Bekasi Timur Resmi Dibuka
-
Polisi Bidik Tersangka! Masinis - Sopir Taksi Online Akan Diperiksa Terkait Tabrakan Maut Bekasi
-
Titik Terang Identitas Korban, Ini Daftar 10 Nama Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman
-
SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam
-
Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas
-
KONI Jabar Evaluasi Pembinaan Atlet Lewat Porprov XV 2026, Bidik PON 2028
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri