- PTPN I dan Kementerian Pertanian memulai uji coba penanaman bawang putih seluas 20 hektare di Gunung Mas, Bogor.
- Proyek ini bertujuan mendukung program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan serta mengurangi ketergantungan terhadap komoditas impor China.
- Tahap awal ini dilakukan untuk mempelajari aspek teknis budidaya sebelum melakukan pengembangan skala luas di masa depan.
Lahan yang tidak ditanami teh, kopi, maupun komoditas unggulan lainnya berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi pengembangan bawang putih apabila hasil uji coba menunjukkan prospek positif.
Selain mendukung produksi nasional, lokasi uji coba tersebut diharapkan dapat menjadi percontohan bagi masyarakat dan petani yang ingin mempelajari budidaya bawang putih.
Aris menambahkan target pengembangan bawang putih dari Kementerian Pertanian sekitar 5.000 hektare, namun perusahaan memilih bertahap agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Meski demikian, PTPN I memilih menjalankan pengembangan secara bertahap karena budidaya bawang putih membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, pengalaman teknis, serta kemampuan pengelolaan yang memadai.
"Kalau tiba-tiba kita harus membongkar, misal (PTPN I menanam pada lahan seluas) 10.000 hektare tiba-tiba ternyata kami nggak punya orang yang bisa nangani, nggak punya kemampuan, pengalaman, kan jadi sayang, mubazir," katanya.
Menurutnya, ekspansi dalam skala besar tanpa persiapan yang matang berisiko menimbulkan pemborosan waktu dan anggaran, serta dapat menghambat pencapaian target kemandirian pangan yang dicanangkan pemerintah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor bawang putih Indonesia selama lima tahun terakhir cenderung menurun jika dilihat dari berat bersih (ton).
Pada 2021, impor bawang putih tercatat sebesar 602.745 ton. Volume tersebut turun pada 2022 menjadi 566.175 ton atau menyusut sekitar 6,07 persen secara tahunan.
Penurunan impor berlanjut pada 2023 dengan volume 564.027 ton, turun 0,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, impor kembali menyusut menjadi 555.886 ton atau turun 1,44 persen secara tahunan.
Baca Juga: Tim K9 Mabes Polri Diterjunkan Kepung Hutan Jasinga Bogor
Tren penurunan paling tajam terjadi pada 2025, ketika impor bawang putih turun signifikan menjadi 450.339 ton atau merosot sekitar 18,99 persen dibandingkan 2024.
Berdasarkan negara asal, impor bawang putih Indonesia sepanjang 2021-2025 sangat didominasi oleh China.
Berita Terkait
-
Tim K9 Mabes Polri Diterjunkan Kepung Hutan Jasinga Bogor
-
Skema Pembebasan Lahan Jalan Tambang Bogor Barat
-
Pembebasan Lahan Jalan Tambang Bogor Dilakukan Bertahap
-
Sistem Home - Away Baru Diterapkan, Empat Tim Raksasa Berebut Tiket Final IBL 2026
-
Prabowo Janji Penuhi Anggaran KPK hingga Kejaksaan Agung: Saya Tidak Mau Uang Rakyat Dicuri
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur
-
Tak Lagi Bergantung pada DNA Salmon, PDRN Nabati Jadi Inovasi Baru Industri Skincare
-
Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan