- Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka di Kejati Jawa Barat pada Senin, 22 Juni 2026.
- Pemeriksaan dilakukan terkait dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota DPRD Indramayu tahun anggaran 2022-2025.
- Penyidik menyatakan Syaefudin bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan dan belum ada upaya paksa maupun penahanan terhadap para tersangka.
SuaraJabar.id - Wakil Bupati (Wabup) Indramayu, Syaefudin memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat (Jabar), Senin (22/6/2026).
Syafrudin diperiksa karena terseret dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota DPRD Kabupaten Indramayu untuk Tahun Anggaran (TA) 2022–2025.
Kasipenkum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, mengatakan Syaefudin memenuhi panggilan sesuai dengan surat yang dilayangkan sebelumnya.
Menurutnya, Syaefudin datang ke Kejati Jabar sekitar pukul 09.00 WIB didampingi oleh kuasa hukumnya.
"Di hari ini, sesuai surat panggilan yang kami layangkan kepada tersangka S, tim penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sementara melakukan pemeriksaan terhadap tersangka di bidang Pidsus Kejaksaan Tinggi Jawa Barat," katanya.
Cayha menjelaskan, panggilan ini merupakan yang pertama untuk pemeriksaan Syaefudin sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota DPRD Kabupaten Indramayu.
Pada pekan sebelumnya, Syaefudin telah menyampaikan pemberitahuan resmi mengenai ketidakhadirannya kepada tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) dengan alasan sakit.
"Sesuai surat panggilan, pemeriksaan terhadap tersangka dimulai sejak pukul 9. Kalau pertanyaan itu terkait materi, dan ini kan masih berjalannya pemeriksaan," ungkapnya.
"Untuk tersangka ini panggilan pertama. Tersangka yang tersangka S, ya. Ini undangan yang kedua, proses penyidikannya masih berlangsung," jelasnya.
Baca Juga: 6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
Terkait kemungkinan penahan para tersangka, Cahya menyebutkan ketiga tersangka yakni Syaefudin maupun dua tersangka lainnya belum ada upaya mengarah pada penahanan.
Selain itu, menurutnya para tersangka saat dipanggil masih kooperatif untuk datang.
"Untuk tiga tersangka ini belum ada upaya paksa yang dilakukan," ungkapnya.
"Terkait penahanan itu adalah semua tergantung dari hasil penyidikan yang sementara berlangsung," pungkasnya.
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Habisi Satu Keluarga Termasuk Bayi 8 Bulan di Indramayu, Terdakwa Ririn Dituntut Hukuman Mati
-
6 Fakta Terbaru Pemeriksaan Wabup Syafrudin, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu
-
Kejati Jabar Segera Layangkan Panggilan Kedua untuk Wabup Indramayu Syafrudin
-
Korupsi Rp18 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Absen Pemeriksaan Kejati Jabar Alasan Sakit
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Dugaan Penipuan dan Penculikan Mahasiswi Tasikmalaya, Polres Dalami Keterlibatan Oknum ASN
-
KPK Duga Oknum Polisi Yayat 'Lippo' Miliki Belasan Aset Mewah Tersebar di Jabar hingga Jakarta
-
Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat