- Antangin JRG dan Tolak Angin menggunakan Dian Sastrowardoyo serta Nicholas Saputra untuk memperkuat posisi di pasar herbal Indonesia.
- Tolak Angin menggandeng Nicholas Saputra pada Mei 2026 untuk memulihkan kepercayaan publik setelah muncul isu kandungan bahan berbahaya.
- Strategi pemasaran ini bertujuan mengelola persepsi konsumen sekaligus menangkal narasi negatif terkait keamanan bahan baku produk herbal tersebut.
SuaraJabar.id - Persaingan pasar obat herbal masuk angin di Indonesia kini bergeser menjadi panggung perang bintang yang sangat emosional.
Dua raksasa industri, Antangin JRG dan Tolak Angin, saling beradu narasi dengan menggandeng ikon film legendaris Ada Apa Dengan Cinta (AADC), Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra.
Namun, di balik adu pesona dua megabintang ini, terdapat strategi komunikasi krisis yang mendalam untuk membentengi kepercayaan konsumen terhadap keamanan bahan baku produk.
Antangin JRG memulai langkah lebih awal dengan merilis iklan bernuansa comedy-thriller yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo.
Kampanye ini berhasil menormalisasi masuk angin sebagai pengalaman manusiawi yang bisa diatasi secara elegan dan hangat.
Tak berselang lama, pada Mei 2026, Tolak Angin membalas dengan menggandeng Nicholas Saputra.
Melalui kampanye bertema “Dari Indonesia untuk Dunia”, Tolak Angin tidak hanya bicara soal efikasi produk terhadap perut kembung atau mual, tetapi menyisipkan pesan yang jauh lebih strategis melawan angin informasi yang menyesatkan.
Narasi iklan yang diperankan Nicholas Saputra ini dapat dibaca sebagai respons taktis Sido Muncul terhadap krisis reputasi yang menghantam mereka di awal tahun 2026.
Pada Januari 2026, media sosial sempat diguncang isu mengenai kandungan eugenol (ekstrak daun cengkeh) yang diklaim dapat merusak lambung, terutama bagi penderita GERD.
Baca Juga: Harapan Penuh Misteri Lisa Mariana Sebelum Jalani Tes DNA dengan Ridwan Kamil
Pemilihan Nicholas Saputra dinilai sebagai langkah jenius dalam manajemen persepsi. Citra Nicholas yang dikenal sangat selektif, berintegritas tinggi, dan vokal dalam advokasi lingkungan diharapkan mampu menularkan rasa aman kepada publik.
“Nicholas ini orangnya sangat hati-hati. Kita tahu sendiri image yang dijaga, lalu selalu menjaga integritas sebagai aktor,” jelas Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani kepada wartawan Selasa (19/5/2026).
Industri herbal sangat bergantung pada aspek Trustworthiness (kepercayaan). Tolak Angin tercatat beberapa kali menghadapi tantangan kredibilitas di pasar internasional maupun domestik.
Produk ini sempat mendapatkan peringatan kandungan logam berat di California, AS, meskipun akhirnya uji laboratorium membuktikan produk tersebut aman dan label dicopot.
Penggunaan bahan tradisional seperti kayu angin (Usnea barbata) dan kayu ules sering menjadi bahan perdebatan medis di media sosial mengenai efek penggunaan jangka panjang.
Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengakui bahwa di era digital, narasi hoaks bisa merobohkan kepercayaan publik dalam hitungan jam.
Berita Terkait
-
Harapan Penuh Misteri Lisa Mariana Sebelum Jalani Tes DNA dengan Ridwan Kamil
-
Kamandalu Ashitaba Go Global, BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Jadi Gerbang Pasar Internasional
-
Reaksi Netizen Bikin Ngakak, Balas Billboard Nicholas Saputra yang Rame di Bandung
-
Jangan Habis Manis Sepah Dibuang, Pengamat Griffith University Ingatkan Ini Bagi Artis Berstatus Orang Kedua
-
Biar Tak Menyesal Kemudian, Prof Muradi Beri Catatan Ini bagi Artis yang Ingin Terjun di Pilkada
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya
-
Kemenbud Bakal Tingkatkan Situs Bersejarah di Kabupaten Bogor Jadi Cagar Budaya Nasional
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Hadirkan Pendampingan dan Dukungan Usaha bagi UMKM Desa Brilian
-
Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur
-
Jalur Ekspedisi Disusupi, Kabupaten Bogor Jadi Sarang Transit Peredaran Rokok Ilegal