Andi Ahmad S
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33 WIB
Kepsek SDN 8 Kota Serang Nurjaemah [Yandi Sofyan/SuaraBanten]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Serang menggabungkan SDN 04, SDN 8, dan SDN 16 menjadi SDN 4 karena minimnya jumlah pendaftar siswa baru.
  • Dampak penggabungan sekolah tersebut menyebabkan tiga guru harus dimutasi karena adanya pengurangan jumlah rombongan belajar di sekolah baru.
  • Pihak sekolah kini menunggu penerbitan surat keputusan penugasan kepala sekolah definitif untuk menghindari tumpang tindih kebijakan dalam masa transisi.

SuaraJabar.id - Penggabungan atau merger tiga sekolah yakni SDN 04, SDN 8 dan SDN 16 Kota Serang menjadi satu sekolah dengan nomenklatur SDN 4 Kota Serang membuat sebanyak 3 guru terpaksa harus dimutasi ke sekolah lain.

Sekedar informasi, ketiga sekolah tersebut terpaksa harus digabungkan menjadi satu sekolah lantaran makin minimnya peserta didik baru yang mendaftar ke ketiga sekolah tersebut sejak tahun 2021 silam.

Kepala Sekolah SDN 04 Kota Serang Rena Komalasari mengatakan, adanya pengurangan rombel (rombongan belajar) akibat digabungkannya tiga sekolah ke dalam satu sekolah membuat sebanyak 3 guru harus berpindah sekolah.

"Kalau yang terdampak itu 3 orang (guru). Kelas 7 digabungkan dari tadinya 3 kelas dari 3 sekolah, kalau sudah digabung hanya jadi 2 kelas. Otomatis ada 1 guru yang harus dirotasi ke sekolah yang lebih membutuhkan," ungkap Rena kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Selain itu, Rena mengaku, penyesuaian budaya belajar dengan perbedaan karakter siswa dari tiga sekolah berbeda menjadi fokus utama pihaknya untuk dapat disinergikan selama masa transisi usai terbitnya SK Walikota Serang terkait penggabungan tiga sekolah menjadi satu sekolah.

"Yang paling utama saat ini adalah menyatukan karakter siswa dan guru dari 3 sekolah. Itu tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi akan kami lakukan secara bertahap," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 8 Kota Serang Nurjaemah mengungkapkan, penggabungan tiga sekolah menjadi satu sekolah masih menyisakan persoalan lain yang berkaitan dengan tugas guru dan kepala sekolah.

Pasalnya, kata Nurjaemah, dirinya masih dilanda kebingungan dalam melaksanakan tugas sebagai kepala sekolah lantaran belum terbitnya SK (surat keputusan) penunjukan kepala sekolah yang akan memimpin sekolah SDN 4 Kota Serang usai dilakukan penggabungan atau merger.

"SK belum diterima, ya gimana mau ke sana kalau SK-nya belum ada. Sedangkan kalau di sini diberi tugas pun kami bingung, krn muridnya kurang.
Jd yg belum itu soal penugasan guru dan kepala sekolahnya. Tp sambil berjalan inshaallah kami akan tetap bertugas," kata Nurjaemah.

Baca Juga: Ungkapan Bangga Para Ayah di Bandung Saat Antar Buah Hati Masuk Sekolah: Waktu Cepat Berlalu

"Cuma kalau SK-nya cepat itu kami lebih enak menatanya, biar kebijakannya ga tumpang tindih antara kepala sekolah yg satu dengan yg lain. kalau ini kan kami bingung, sekolahnya sudah dimerger tapi kepala sekolahnya masih ada 3," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak tiga sekolah yakni SDN 04, SDN 8 dan SDN 16 Kota Serang terpaksa harus digabung menjadi satu sekolah dengan nomenklatur SDN 4 Kota Serang setelah ketiga sekolah tersebut kekurangan peserta didik baru di tahun ajaran 2026/2027.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, masing-masing sekolah hanya menerima sekitar 11 peserta didik baru di tahun ajaran 2026/2027 dari jumlah kuota penerimaan peserta didik baru sebanyak 28 siswa.

Kontributor : Yandi Sofyan

Load More