SuaraJabar.id - Jangan heran jika mengunjungi Desa Cikande Permai, Kabupaten Serang, Jawa Barat. Suasana asrinya langsung terasa.
Jalan di kawasan itu bersih, drainase tertata, dan fasilitas publik seperti taman bermain anak, lapangan olahraga, serta masjid, semuanya terawat dengan baik. Di beberapa sudut, grafiti warna-warni menghiasi tembok taman, menambah kesan hidup pada ruang publik.
Selain itu, pengelolaan sampah di sini juga sudah berjalan rapi, setiap rumah memiliki tong sampah terpisah untuk organik dan non-organik.
Di tengah kampung, terdapat angkringan sederhana yang menjadi wadah bagi ibu-ibu PKK untuk menitipkan berbagai produk UMKM. Selain jajanan tradisional seperti kerupuk dan camilan, mereka juga menjual kerajinan tangan seperti tas anyaman dan aksesori handmade. Semua ini terjadi berkat kesadaran warga yang tinggi akan lingkungan serta dukungan dari perangkat desa yang saling bahu-membahu menjaga kebersihan dan kenyamanan desa.
Kesadaran ini pula yang membawa Desa Cikande Permai menjadi juara Lomba Kampung Bersih, yang diselenggarakan oleh LamiPak Indonesia, pada November 2024. Meski sudah berlalu beberapa bulan, euforia kemenangan mereka masih terasa. Bahkan Cikande Permai kini terpilih menjadi kandidat untuk mewakili Kecamatan Cikande di ajang Lomba Kampung Bersih tingkat Kabupaten Serang.
Camat Cikande, Mochamad Agus mengapresiasi lomba yang diusung LamiPak ini sebagai langkah positif dalam mendukung desa-desa untuk lebih siap dalam ajang kompetisi kebersihan.
"Sudah enam tahun lomba kampung bersih dilaksanakan di tingkat kecamatan dan kabupaten. Lomba ini menjadi momentum yang tepat dalam mempersiapkan desa-desa di Cikande untuk mengikuti lomba di tingkat kabupaten. Para juara dari lomba ini akan kami usulkan sebagai kandidat untuk lomba tingkat Kabupaten Serang," ungkapnya.
Bagi warga, lomba ini membuka mata mereka bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa menjadi gerakan yang lebih luas. Selain menjaga kebersihan desa sendiri, mereka menyadari ada pihak-pihak lain, seperti Lamipak Indonesia yang juga memiliki visi yang sama dan siap berkontribusi. Dengan gotong royong, menjaga lingkungan tak lagi terasa sebagai beban, tetapi sesuatu yang menyenangkan dan inklusif bagi semua.
"Kami berharap melalui Lomba Kampung Bersih ini, semakin tercipta gaya hidup sehat yang berkelanjutan serta meningkatnya rasa cinta terhadap kebersihan dan lingkungan di tingkat desa," ujar Ahmad Rizalmi, Public Relations Manager Lamipak Indonesia.
Baca Juga: Pemkab Cianjur Berikan Sambungan Air Gratis untuk 2560 Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Dengan semangat ini, Desa Cikande Permai tak hanya menjadi inspirasi bagi desa-desa lain, tetapi juga bukti bahwa budaya bersih dan hijau bisa tumbuh dari kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan pihak yang peduli terhadap lingkungan. ***
Berita Terkait
-
Pemkab Cianjur Berikan Sambungan Air Gratis untuk 2560 Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah
-
BMKG: Hujan Ringan Diprakirakan Terjadi di Serang dan Bandung
-
Dedi Mulyadi Inisiasi Lomba Joget Gemoy di Subang Demi Dongkrak Suara Prabowo, Pengamat Bilang Begini
-
Utamakan Hidup Sehat, Warga di Kecamatan Sukatani Gelar Jumat Bersih
-
BRI Group Berhasil Catatkan Laba Bersih Senilai Rp39,31 Triliun
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Kritik Masjid Megah, Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Jadi Tempat Selfie Bukan Tempat Tafakur
-
Bawang Putih Jarang Tumbuh di Dataran Rendah, PTPN I Pilih Gunung Mas Puncak untuk Trial
-
Kota Bandung Ramai Demo Mahasiswa, Muhammad Farhan: Saya Yakin Suara Mereka Didengar
-
Peringati Tahun Baru Islam, Jusuf Kalla: Masjid Harus Memakmurkan Jamaah
-
BRI Apresiasi BRILink Agen dengan Reward Emas untuk Dorong Akuisisi Pengguna BRImo