- Warga Dusun Ciminyak Ciamis mendesak pemerintah segera memperbaiki jalan rusak dan memasang lampu penerangan.
- Kombinasi jalan berlubang, tikungan tajam, dan minimnya penerangan menyebabkan pengendara motor meninggal dunia pada Senin lalu.
- Warga sempat berinisiatif menambal jalan dan memasang ban bekas sebagai penanda darurat secara swadaya.
SuaraJabar.id - Warga Dusun Ciminyak RT 08 RW 04, Desa Karyamulya, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mendesak pemerintah segera memperbaiki jalan berlubang sekaligus memasang penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Cisaga dan Rancah.
Desakan tersebut muncul menyusul tingginya risiko kecelakaan di lokasi yang memiliki tikungan tajam, kondisi jalan rusak, serta minim penerangan pada malam hari. Warga menilai ketiga faktor tersebut menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.
Tokoh pemuda setempat, Okta, mengatakan ruas jalan yang gelap membentang sekitar 200 meter. Menurutnya, pengendara kerap kesulitan melihat kondisi jalan saat melintasi kawasan tersebut pada malam hari.
"Di lokasi itu ada tikungan tajam, sementara jalannya gelap. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya lubang yang cukup dalam sehingga sering terjadi kecelakaan," kata Okta melansir Harapanrakyat--jaringan Suara.com, Kamis (30/7/2026).
Ia mengungkapkan, kecelakaan terbaru terjadi pada Senin (27/7/2026). Seorang pengendara sepeda motor asal Cikole, Kecamatan Rajadesa, mengalami kecelakaan tunggal di lokasi tersebut dan meninggal dunia.
Menurut Okta, insiden serupa telah berulang kali terjadi. Sebagai bentuk kepedulian, warga berinisiatif memasang ban bekas di sekitar lubang jalan agar dapat menjadi penanda bagi pengendara yang melintas.
"Sudah sering terjadi kecelakaan. Karena itu, warga sampai meletakkan ban bekas di sekitar lubang sebagai penanda agar pengendara lebih waspada dan tidak terjatuh," ujarnya.
Selain memberikan penanda, warga juga melakukan penambalan jalan secara swadaya menggunakan cor semen. Namun, upaya tersebut hanya mampu menjadi solusi sementara karena kerusakan kembali muncul setelah beberapa waktu.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen pada ruas jalan, terutama di area tikungan yang rawan kecelakaan. Mereka juga meminta pemasangan lampu PJU agar visibilitas pengendara meningkat sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan.
Baca Juga: Jalur Maut Pantura! 141 U-Turn di Indramayu Ternyata Ilegal
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa
-
Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar
-
Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu
-
Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi
-
BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September