Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:58 WIB
Kondisi bangunan dua sekolah di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, memerlukan perhatian serius. SD Negeri 2 Bojonggambir dan SMP Negeri 1 Bantarkalong mengalami kerusakan berat akibat usia bangunan, sehingga dinilai tidak lagi layak digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. [Harapanrakyat]
Baca 10 detik
  • Dua sekolah di Kabupaten Tasikmalaya mengalami kerusakan berat akibat usia bangunan yang belum pernah direnovasi.
  • Dua ruang kelas dan satu ruang kesenian SMPN 1 Bantarkalong ambruk pada Senin, 27 Juli 2026, tanpa korban jiwa.
  • Pihak sekolah telah mengajukan usulan revitalisasi kepada pemerintah daerah agar kegiatan belajar mengajar kembali aman dan nyaman.

SuaraJabar.id - Kondisi bangunan dua sekolah di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, memerlukan perhatian serius. SD Negeri 2 Bojonggambir dan SMP Negeri 1 Bantarkalong mengalami kerusakan berat akibat usia bangunan, sehingga dinilai tidak lagi layak digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.

Di SD Negeri 2 Bojonggambir, sebanyak 110 siswa masih menjalani proses belajar di ruang kelas dengan atap bocor dan dinding yang mulai retak. Bangunan sekolah tersebut diketahui belum pernah direnovasi sejak pertama kali berdiri pada 2003.

Kepala SD Negeri 2 Bojonggambir, Ridwan, mengatakan hampir seluruh ruang kelas dari tingkat I hingga VI mengalami kerusakan yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan siswa.

"Semua ruangan kurang layak. Selain atap bolong, sebagian dinding sudah retak-retak. Kalau musim hujan, ruang kelas dipastikan bocor dan sangat mengganggu proses belajar mengajar," ujar Ridwan melansir Harapanrakyat--jaringan Suara.com, Jumat (31/7/2026).

Meski harus belajar di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, para siswa tetap mampu menorehkan prestasi. Sejumlah peserta didik berhasil meraih penghargaan pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan lomba Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di SMP Negeri 1 Bantarkalong. Dua ruang kelas dan satu ruang kesenian ambruk pada Senin (27/7/2026) sore. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena seluruh siswa telah pulang setelah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Kepala SMP Negeri 1 Bantarkalong, Nono Darsono, mengatakan bangunan yang roboh diduga tidak lagi mampu menahan beban karena materialnya telah lapuk dimakan usia.

"Kejadiannya sore hari, tidak ada korban. Anak-anak selesai ekstrakurikuler dan sudah pulang. Bangunan diduga sudah lapuk karena usia," katanya.

Selain ruang yang telah ambruk, laboratorium dan perpustakaan sekolah juga dilaporkan berada dalam kondisi yang memerlukan perhatian. Demi menjamin keselamatan, pihak sekolah memindahkan sementara kegiatan belajar siswa kelas IX ke aula sekolah.

Baca Juga: Ungkapan Bangga Para Ayah di Bandung Saat Antar Buah Hati Masuk Sekolah: Waktu Cepat Berlalu

Nono menambahkan, pihak sekolah telah mengajukan usulan revitalisasi kepada pemerintah daerah dan mengaku telah mendapat respons positif dari dinas terkait.

Orang tua siswa berharap perbaikan infrastruktur sekolah dapat segera direalisasikan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan aman, nyaman, dan tanpa kekhawatiran akan keselamatan para peserta didik.

Load More