Ronald Seger Prabowo
Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:02 WIB
Alun-alun Suryakancana Gunung Gede, menjadi lokasi berkemah pendaki. ANTARA/Ahmad Fikri
Baca 10 detik
  • Balai Besar TNGGP memperpanjang penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Gede hingga tanggal 31 Agustus 2026.
  • Kebijakan perpanjangan penutupan ini bertujuan memastikan keselamatan pengunjung serta mengoptimalkan penanganan pascakebakaran di kawasan tersebut.
  • Pihak pengelola menyediakan fasilitas pengembalian dana bagi calon pendaki yang telah mendaftar pada periode penutupan itu.

SuaraJabar.id - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memperpanjang penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Gede hingga 31 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut diambil untuk mendukung penanganan pascakebakaran di sejumlah titik kawasan Gunung Gede.

Kepala Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni mengatakan penutupan diperpanjang selama dua pekan berdasarkan Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Menurutnya, penutupan dilakukan untuk menjamin keselamatan pendaki, pengunjung, masyarakat, dan pegiat alam bebas, sekaligus mengoptimalkan proses pengendalian serta penanganan kawasan setelah kebakaran.

"Penutupan diperpanjang hingga dua pekan ke depan tepatnya sampai tanggal 31 Agustus. Kemungkinan diperpanjang kembali atau tidak dilihat dari penanganan setelah kebakaran melanda sejumlah titik, terutama di Kawah Wadon Gunung Gede," kata Agus, Rabu (18/8/2026).

Bagi calon pendaki yang telah melakukan pendaftaran untuk periode penutupan tersebut, TNGGP memberikan pilihan untuk mengajukan pengembalian biaya atau refund. Pihak balai akan mengirimkan tautan pengajuan pengembalian dana kepada masing-masing calon pendaki melalui WhatsApp.

Agus mengatakan, berdasarkan laporan petugas gabungan di lapangan, saat ini sudah tidak terlihat kepulan asap maupun titik api di Kawah Wadon dan sejumlah lokasi lain di kawasan Gunung Gede.

Meski demikian, pihak TNGGP masih perlu memastikan kondisi kawasan benar-benar aman sebelum aktivitas pendakian kembali dibuka.

Hujan deras yang terjadi dalam dua hari terakhir juga disebut membantu proses pemadaman api, terutama di sejumlah titik yang sulit dijangkau petugas.

Baca Juga: Evakuasi Dramatis Pendaki 145 Kg di Gunung Gede Pangrango

“Kami pastikan api sudah padam dan berbagai penanganan dilakukan setelah kebakaran, sehingga jalur pendakian dan lokasi yang terbakar, terutama di Alun-alun Suryakancana, dapat kembali digunakan untuk lokasi berkemah para pendaki,” ujarnya.

TNGGP akan terus melakukan pemantauan dan penanganan pascakebakaran. Keputusan pembukaan kembali jalur pendakian akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi kondisi kawasan hingga masa penutupan berakhir.

[ANTARA]

Load More