- Pendaki asal Bekasi bernama Roby mengalami keram kaki saat mendaki Gunung Gede Pangrango pada Minggu, 28 Juni 2026.
- Tim relawan mengevakuasi pendaki berbobot 145 kilogram tersebut secara manual menggunakan sarung dan tandu kayu darurat.
- Proses evakuasi yang dramatis di medan terjal berhasil membawa pendaki sampai ke basecamp dengan kondisi selamat.
SuaraJabar.id - Sebuah video aksi penyelamatan di jalur pendakian Gunung Gede Pangrango mendadak viral di media sosial.
Insiden tersebut melibatkan seorang pendaki asal Bekasi bernama Roby yang memiliki bobot tubuh sekitar 145 kilogram.
Proses evakuasi berlangsung sangat dramatis dan memakan waktu lama karena beratnya medan dan besarnya beban yang harus ditandu secara manual.
Roby dilaporkan mengalami keram hebat dan mati rasa pada kakinya saat berada di area ketinggian, sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan turun.
Peristiwa ini bermula pada Minggu (28/6/2026) siang. Roby mendaki bersama rombongan yang terdiri dari tiga orang.
Namun, saat berada di sekitar Pos 3 Buntut Lutung, kondisi fisik Roby menurun drastis.
Ali (37), salah seorang relawan yang terlibat dalam evakuasi, menjelaskan bahwa tim mendapatkan laporan darurat mengenai pendaki yang mengalami kelumpuhan sementara pada bagian kaki.
"Saat perjalanan, ternyata salah satunya mengalami kram parah hingga mati rasa. Begitu mendapatkan informasi, tim relawan langsung menuju lokasi untuk memberikan pertolongan," ujar Ali kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).
Yang menarik perhatian netizen adalah cara tim relawan mengevakuasi korban. Mengingat bobot tubuh korban yang mencapai 145 kg, tandu lipat standar dikhawatirkan tidak mampu menahan beban atau menyulitkan manuver di jalur yang sempit dan terjal.
Baca Juga: Rekonstruksi Penyekapan di Bandung Ungkap Korban Dipukul Pakai Helm, Besi Meja Hingga Golok
Dalam potongan video yang beredar, terlihat seorang relawan harus menggendong Roby menggunakan kain sarung di punggungnya secara bergantian.
Pada tahap berikutnya, tim menggunakan tandu darurat yang dibuat dari kain sarung yang diikatkan pada dua bilah kayu kuat.
Para relawan dan rekan korban tampak berjibaku menjaga keseimbangan agar korban tidak terjatuh saat melewati turunan berbatu.
Proses ini memakan waktu berjam-jam hingga akhirnya korban berhasil dibawa sampai ke Basecamp pendakian dengan selamat.
Berita Terkait
-
Rekonstruksi Penyekapan di Bandung Ungkap Korban Dipukul Pakai Helm, Besi Meja Hingga Golok
-
Taufik Hidayat Kencan di Hotel Saat Korban YTR Masih Disekap di Kosan Bandung
-
Dedi Mulyadi: Buron Taufik Hidayat Datangi Gedung Pakuan Jam 4 Pagi Pakai Helm dan Masker
-
6 Fakta Hadiah Sayembara Rp250 Juta Kasus YTR Diserahkan ke Keluarga
-
Siksa Kekasih Berulang Kali di Kosan Bandung, Taufik Hidayat Hanya Terancam 12 Tahun Penjara
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi
-
PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat
-
Polres Cimahi Musnahkan 150 Kilogram Tembakau Sintetis Hasil Penggerebekan di Batujajar
-
Nasib Apes Casriah Warga Sukabumi: Utangi Teman Miliaran Rupiah, Jaminan Sertifikat Malah Disita BNN
-
DPRD Jabar Dorong Satgas Terpadu Karhutla, Respons Daerah Diminta Tak Menunggu Api Membesar