Ronald Seger Prabowo
Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:03 WIB
Sejumlah bangunan rusak akibat angin puting beliung di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. ANTARA/HO-Pemkab Bandung Barat
Baca 10 detik
  • Angin puting beliung menerjang tiga desa di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada 27 Oktober 2026.
  • Bencana tersebut menyebabkan 520 rumah warga dan sembilan fasilitas umum mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.
  • Petugas gabungan dan warga setempat melakukan pembersihan puing serta pendataan bangunan yang terdampak bencana.

SuaraJabar.id - Bencana angin puting beliung yang menerjang tiga desa di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menyebabkan 520 rumah warga rusak.

Selain permukiman, bencana tersebut juga merusak sembilan fasilitas umum, termasuk masjid, madrasah, dan posyandu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mencatat, hingga Selasa (27/10/2026), kerusakan rumah tersebar di Desa Padalarang sebanyak 398 unit, Desa Jayamekar 95 unit, dan Desa Kertajaya 27 unit.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat, Yoga Ali Imbran, mengatakan tingkat kerusakan rumah warga bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga berat.

"Hingga pencatatan hari ini (27/10/2026), total 520 unit rumah rusak akibat bencana angin puting beliung. Itu tersebar di tiga desa yakni Padalarang, Kertajaya, dan Jayamekar," kata Yoga.

Berdasarkan data BPBD, di Desa Padalarang terdapat 139 rumah rusak ringan, 161 rumah rusak sedang, dan 98 rumah rusak berat. Sementara itu, di Desa Jayamekar, sebanyak 71 rumah mengalami kerusakan ringan dan 24 rumah rusak berat.

Adapun di Desa Kertajaya, kerusakan meliputi 14 rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan.

Selain permukiman warga, angin puting beliung juga merusak sembilan fasilitas umum. Sebanyak tujuh bangunan terdampak berada di Desa Padalarang, sedangkan dua lainnya berada di Desa Kertajaya.

Fasilitas yang mengalami kerusakan meliputi masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, serta bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Baca Juga: Hari ke-11 Longsor Cisarua: 85 Jenazah Berhasil Dievakuasi, 68 Korban Teridentifikasi

Pasca-kejadian, BPBD bersama perangkat desa, kepala dusun, relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), pengurus RT dan RW, serta masyarakat setempat melakukan pendataan dan asesmen terhadap bangunan terdampak sejak Senin (26/10).

Yoga mengatakan, petugas gabungan bersama warga juga bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat terjangan angin.

“Petugas gabungan bersama warga masih bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat terjangan angin,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Bandung Barat mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang disertai angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi memicu pohon tumbang, kerusakan bangunan, banjir, hingga tanah longsor.

[ANTARA]

Load More