- EIGER meresmikan EIGER Nature di Megamendung, Bogor, untuk menggabungkan petualangan, edukasi lingkungan, serta pelestarian alam dan budaya.
- Sejumlah pejabat tinggi negara menghadiri peresmian destinasi ekowisata yang dikembangkan EIGER selama sekitar lima tahun tersebut.
- Destinasi ekowisata baru ini dijadwalkan mulai membuka kunjungan untuk publik secara bertahap pada 2 November 2026.
SuaraJabar.id - EIGER meresmikan EIGER Nature, destinasi ekowisata di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mengusung tema “Menjaga dan Merawat Alam, Bergerak Bersama untuk Indonesia”, destinasi ini memadukan petualangan, edukasi lingkungan, serta pelestarian alam dan budaya.
Peresmian EIGER Nature dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Founder & Chairman EIGER Group, Ronny Lukito, mengatakan pengembangan EIGER Nature merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan kontribusi lebih luas bagi Indonesia setelah hampir empat dekade berkecimpung di dunia petualangan.
Menurut Ronny, alam Indonesia telah menjadi sumber inspirasi bagi perjalanan EIGER. Karena itu, perusahaan ingin berkontribusi melalui upaya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian alam.
“Selama hampir empat dekade, alam Indonesia telah memberikan begitu banyak inspirasi bagi perjalanan EIGER. Melalui EIGER Nature, kami ingin belajar memberikan kembali, dengan menjaga alam, merawat kehidupan, dan mengajak lebih banyak orang untuk menghargai kekayaan yang kita miliki,” ujar Ronny.
Ia menambahkan, warisan terbaik bukan sekadar tempat indah yang dapat dikunjungi, melainkan alam yang tetap terjaga untuk dinikmati generasi mendatang.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi tim EIGER Nature yang telah mengembangkan destinasi tersebut selama kurang lebih lima tahun.
Widiyanti menegaskan, pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap peraturan, keselamatan wisatawan, dan upaya pelestarian lingkungan.
“Saya berharap EIGER Nature dapat terus menghadirkan pengalaman wisata alam yang berkualitas, aman, dan bertanggung jawab, dengan mengintegrasikan kegiatan petualangan, edukasi lingkungan, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat,” kata Widiyanti.
Baca Juga: Jika Musyawarah Gagal, Lahan Aula RW 44 Kota Wisata Terancam Diambil Alih Pemkab Bogor
Menurutnya, investasi di sektor pariwisata tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.
Kehadiran EIGER Nature diharapkan dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat daya saing wisata alam Indonesia.
Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan alam merupakan aset utama yang menjadi fondasi pengembangan destinasi tersebut.
Karena itu, EIGER Nature tidak hanya dirancang sebagai tempat untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan kepedulian pengunjung terhadap lingkungan.
“Aset utama EIGER Nature adalah alamnya. Kami berharap setiap pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga mengenalnya, jatuh cinta kepadanya, dan pada akhirnya ikut merawatnya,” ujar Imanuel.
Ia berharap pengembangan EIGER Nature di Megamendung dapat memberikan manfaat bagi alam, budaya, dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Berita Terkait
-
Jika Musyawarah Gagal, Lahan Aula RW 44 Kota Wisata Terancam Diambil Alih Pemkab Bogor
-
Pembangunan Gazebo Picu Konflik di Coatesville Kota Wisata, Warga Mengeluh Nilai Properti Anjlok
-
Inisiatif Berbasis Alam Ronny Lukito: Wujudkan Ekowisata Berkelanjutan dari Bandung Barat - Bogor
-
Gaya Baru Sektor Swasta Jaga Alam, WWF Sambut Positif Inisiatif EIGER Nature
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor
-
Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama