Lebaran Pilu Korban Tanah Bergerak di Sukabumi

Bangun Santoso
Lebaran Pilu Korban Tanah Bergerak di Sukabumi
Para pengungsi korban pergerakan tanah di Sukabumi bakal melewatkan lebaran di rumah, karena kediaman mereka hancur akibat pergerakan tanah. (Sukabumiupdate)

Ratusan warga korban pergerakan tanah di Sukabumi terpaksa harus berlebaran di pengungsian karena rumah hancur

Suara.com - Ratusan jiwa korban bencana pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat masih mendiami posko pengungsian di eks pasar Nyalindung pada H-2 lebaran.

Bahagia sekaligus sedih terpancar dari wajah para pengungsi. Bahagia karena menyambut datangnya lebaran, lalu bersedih karena mereka terpaksa berlebaran di posko pengungsian yang berukuran 12 x 6 meter itu.

Sedangkan, Hunian Sementara (Huntara) yang direncanakan diperkirakan baru selesai satu bulan ke depan. Adapun lokasi huntara tersebut ada di Kampung Rancanbali yang jaraknya sekitar satu hingga satu setengah kilometer dari Kampung Gunungbatu.

"Alhamdulilah sudah punya baju lebaran, perasaannya senang tapi juga sedih karena harus lebaran di pengungsian," ungkap Neza Aprilia (14) seorang remaja putri yang tinggal di pengungsian seperti dilansir Sukabumiupdate (jaringan Suara.com).

Wajah murung diperlihatkan seorang Nenek bernama Rukoyah (66). Nenek Rukoyah yang tinggal di pengungsian bersama anak dan tiga cucunya ini mengaku sangat sedih karena selain ini merupakan kali pertama kalinya berlebaran di pengungsian, ia pun harus merelakan rumahnya yang sudah ditinggali puluhan tahun hancur.

"Sedih saja, kalau ingat rumah kami yang hancur. Terlebih di usia saya yang sudah tua ini saya sudah mulai sakit-sakitan," ujar Rukoyah.

Rencananya para pengungsi ini akan melaksanakan salat Ied di masjid yang berada di Kampung Gunungbatu, tapi berada dalam kondisi aman.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS