Kisah di Balik Wajah Lebam Rahayu Lestari, Sang Paskibra Kecamatan Surade

Meski wajahnya babak belur, niatnya pun tak serta merta meluntur.

Rendy Adrikni Sadikin
Selasa, 20 Agustus 2019 | 09:08 WIB
Kisah di Balik Wajah Lebam Rahayu Lestari, Sang Paskibra Kecamatan Surade
Rahayu Lestari, anggota Paskibra Kecamatan Surade yang ngotot bertugas meski wajah dan tubuhnya babak belur akibat kecelakaan sehari sebelum upacara peringatan HUT RI ke-74.(Istimewa via Sukabumiupdate)

SuaraJabar.id - Tangis haru menggelayut di kelopak mata Rahayu Lestari yang lebam. Kondisi di pelipis matanya memang lebam perih, tapi itu tak menyurutkan niatnya mengibarkan sang merah putih.

Remaja berusia 16 tahun itu memang bertugas sebagai anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) Kecamatan Surade dalam upacara peringatakan HUT ke-74 RI di Lapangan Lodaya Setra, Kelurahan Surade.

Ayu--sapaan karibnya--menjadi pusat perhatian gara-gara mata lebamnya. Meski wajahnya babak belur, niatnya untuk bertugas mengibarkan bendera pun tak serta merta meluntur.

Seperti dilansir Suara.com dari partner konten Sukabumiupdate.com, Selasa (20/8/2019), cerita dimulai ketika saat Ayu dibonceng naik sepeda motor oleh neneknya pada pada hari Jumat 16 Agustus 2019 lalu.

Baca Juga:Viral Kisah Paskibra Dina, Kaki Tertusuk Paku Berkarat saat Bertugas

Pagi hari, neneknya saat itu ingin mengantar Rahayu pergi berangkat ke sekolah, sekitar pukul 06.15 WIB. Namun, saat di Jalan Loji Ciracap, sepeda motor yang dinaiki Ayu dan neneknya mengalami kecelakaan.

Tunggangan yang dinaiki Ayu menabrak tiang umbul-umbul di pinggir jalan lantaran menghindari motor lain yang belok mendadak. Ayu terpental lalu tersungkur di aspal. Buntutnya, sekujur tubuh Ayu luka, dan memar menghitam di pelipis mata kirinya.

Saat itu, sepeda motor memang melaju cukup kencang. Maklum, pukul 06.30 WIB, Ayu sudah harus berada di sekolah. Ada gladi resik upacara, disusul upacara pengukuhan pada malam hari. Pun dia harus menginap di sekolah untuk karantina.

"Sesudah kecelakaan itu, Ayu dibawa lagi pulang ke rumah. Tapi siangnya, sehabis Jumatan, Ayu minta diantar lagi ke sekolah. Kemauannya keras, jadi berangkatlah diantar sama saya ke sekolah karena mau ada acara pengukuhan," ungkap sang ibunda, Eti Yulianti kepada Sukabumiupdate.com, Senin (19/8/2019).

Saat diwawancarai, Ayu bahkan mengaku ingin tetap pergi ke sekolah setelah ia jatuh tersungkur di aspal. Namun sang ibu menyuruhnya pulang untuk mendapat pengobatan. Ayu menurutinya dan pulang dalam keadaan babak belur.

Baca Juga:Cium Bendera Merah Putih saat Pengukuhan, Inilah 5 Pesona Paskibra Alamanda

"Pulang ke rumah, diobati, dipijat bagian kaki dan tangan kiri. Setelah mendingan langsung pergi ke sekolah terus gladi resik. Sempat tidak diperbolehkan ikut sama pelatih. Disitu saya nangis karena pengin ikut, sampai akhirnya diizinkan," lirih Ayu.

"Malam harinya lalu pengukuhan di kantor Kecamatan Surade. Sehabis pengukuhan ditanya sama pelatih apakah saya siap atau enggak, kuat atau enggak. Saya jawab siap dan pasti kuat. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan ini, yang enggak bakal didapat dua kali. Apalagi saya sudah susah payah ikut seleksi, terus latihan selama tiga minggu," tegas Ayu.

Tekad bajanya ternyata berbuah manis. Ayu akhirnya tetap bergabung bersama Pasukan 45 yang berjumlah 15 orang, menjadi pengibar bendera Merah Putih saat upacara peringatan HUT RI 74 di Kecamatan Surade, disaksikan ribuan pasang mata.

"Saat mau pelaksanaan upacara bendera, banyak yang datang dan bertanya apakah saya kuat atau tidak. Saya yakinkan mereka kalau saya pasti kuat. Saya juga tidak mau mengorbankan teman-teman dengan membuat formasi Pasukan 45 jadi kosong karena ada satu orang yang keluar," ujarnya.

"Memang waktu tampil dan melaksanakan tugas, tangan dan kaki saya terasa sakit sekali saat diayunkan. Terus kepala pusing. Tapi disitu saya bilang sama diri saya sendiri, saya harus kuat, saya harus bertahan. Dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Dari mulai upacara bendera sampai upacara penurunan bendera. Setelah itu, saya nangis, yang lain juga ikut menghampiri sambil nangis," tutupnya.

Untuk diketahui, Rahayu Lestari adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Asep Supriatna (47 tahun) dan Eti Yulianti (37 tahun), asal Kampung Mareleng RT 06/02 Desa Caringinnunggal, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak