Wali Kota Rahmat Effendi Ngotot Ingin Gabungkan Kota Bekasi dengan DKI

Bahkan, saat ini Rahmat sudah menyiapkan tim khusus untuk membahas penggabungan Kota Bekasi dengan DKI Jakarta.

Chandra Iswinarno
Rabu, 11 September 2019 | 15:32 WIB
Wali Kota Rahmat Effendi Ngotot Ingin Gabungkan Kota Bekasi dengan DKI
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. (Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara)

Disamping itu, Rahmat menuturkan ada beberapa alasan Kota Bekasi masuk dalam wilayah pusat ekonomi di Indonesia itu.

Salah satunya adalah pemasukan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Kota Bekasi ke Provinsi Jawa Barat yang dananya masuk kembali ke Kota Bekasi hanya 30 persen.

"Sekarang gini kalau kita berharap ekspetasinya, dengan Jawa Barat kita sudah melewati Jawa Barat. Lewati Bandung juga, kita lebih tinggi, inflasi kita lebih rendah, APBD nya juga besar (disamping) kebutuhannya (Kota Bekasi) besar," jelas dia.

Dengan demikian, dari segi ekonomi Kota Bekasi bisa masuk dalam pusat perekonomian di Indonesia.

Baca Juga:Tak Setuju Bekasi Gabung ke Jakarta, Sutiyoso Sarankan Ini

"Setiap Jumat, Sabtu, Minggu, Google Map kita kan merah semua, itulah mengapa penghasilan kita cukup besar kesanah (Jawa Barat)," katanya.

Selain sejalan dengan perekonomian, Kota Bekasi dan Jakarta juga mempunyai kesamaan dari segi kultur budaya, kuliner sampai sejarah dan dalam persepktif tata ruang.

Karena alasan itu pula Rahmat memilih bergabung dengan DKI Jakarta kembali ketimbang gabung dari gagasan Wali Kota Bogor dan Bupati Bogor, Bima Arya dan Ade Yasin yang ingin membentuk Provinsi Bogor Raya.

Pembentukan Provinsi Bogor Raya itu kata dia meliputi wilayah Cianjur, Sukabumi, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Menurut Rahmat, gagasan Bima Arya dan Ade Yasin hanya untuk melakukan pemekaran wilayah yang di mulai dari Kabupaten Bogor. Dengan alasan, wilayah bogor yang kecil dan tak sebanding dengan ekspektasi kebutuhan masyarakatnya yang besar.

Baca Juga:5 Berita Heboh: Poster Keluarkan Monyet Dari NKRI Sampai Jakarta Tenggara

Sementara, Kota Bekasi menolak bergabung lantaran mempunyai historis dengan DKI Jakarta. Kata Rahmat, sebelum mejadi Bekasi, pada saat jaman revoluasi, Bekasi merupakan bagian dari Jakarta, Karesidenan Jatinegara.

"Kultur budaya dan bahasa kita ikut DKI, dan pada saat jaman (penjajahan) Jepang ada sebuah dokumen kalau Karesidenan Jakarta itu dari Citarum sampai dengan Cisadane. Tahun 1950-an kan berubah menjadi Bekasi. Sekarang usia Kabupaten Bekasi kan 69 tahun, 69 tahun yang lalu, pada saat ada warga berbondong-bondong depan Kodim Tugu monumennya di Jalan Pramuka-Veteran, Bekasi Selatan, berubahlah menjadi Kabupaten Bekasi. Tahun 1976 wilayah kita diambil Cilincing sama Cakung, diambil menjadi Jakarta kita di kasih stadion ini (Patriot Candrabhaga). Stadion itu sebenarnya lama dan kita bongkar baru," katanya.

Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini