Pilkada Depok, Survei Klinik Digital Vokasi UI: Asal Parpol Tidak Pengaruh

Dari hasil survei tersebut menunjukan respons masyarakat terhadap elektabilitas partai sangatlah kecil.

Chandra Iswinarno
Sabtu, 14 September 2019 | 02:55 WIB
Pilkada Depok, Survei Klinik Digital Vokasi UI: Asal Parpol Tidak Pengaruh
Pemaparan survei klinik digital vokasi UI. [Antara]

SuaraJabar.id - Jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Depok yang akan digelar Tahun 2020, sejumlah survei mulai dilakukan untuk mencari sosok pemimpin kepala daerah yang ideal.

Salah satunya dilakukan Klinik Digital Vokasi Universitas Indonesia (UI) bersama Instagram Depok 24 Jam. Dari hasil yang dilakukan, menunjukan bahwa sosok calon Wali Kota Depok mendatang yang diinginkan masyarakat tidak bergantung dari partai, asal daerah.

"Mereka tidak memperdulikan asal usul pemimpin, namun intinya dia mampu menyelesaikan masalah Kota Depok secara nyata seperti kriminal, pendidikan, sampah. Tidak perduli dia dari kalangan manapun (partai dan nonpartai), atau bukan orang Depok asli yang terpenting mampu menyelesaikan permasalahan yang ada," kata Pendiri Klinik Digital Vokasi Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati seperti dilansir Antara di Depok, Jawa Barat pada Jumat (13/9/2019).

Dalam survei kualitatif yang dilakukan dengan memanfaatkan Google form, terjaring 2.800 responden. Dari hasil survei tersebut menunjukan respons masyarakat terhadap elektabilitas partai sangatlah kecil.

Baca Juga:Makin Panas, 6 Parpol Bentuk Koalisi Lawan PKS di Pilkada Depok 2020

Menurutnya, warganet cerdas akan lebih memilih kinerja daripada partai atau personal namun mereka masih punya selera konvensional untuk tetap mempertahankan preferensi terhadap tokoh muslim dengan gender laki-laki.

Hasil survei juga menyebutkan kepuasan akan birokrasi (Pemerintah) juga terukur hanya dua persen. Dengan kata lain, banyak ketidapuasan masyarakat terhadap pemerintah saat ini, oleh sebab itu diartikan Devie Kota Depok kini butuh sosok baru yang penuh dengan gagasan dan mendukung kaum milenial.

"Pemerintah Kota Depok, hingga kini mewakili kelompok tertentu selama kurang lebih 15 tahun. Sehingga, butuh oksigen baru. Masyarakat membutuhkan sosok muda dengan patokan umur 30 - 40 Tahun, karena yang ternyata dilirik adalah kecepatannya dalam mengambil keputusan maupun program," jelasnya.

Survei tersebut juga diakui Devie sama seperti Pilkada serentak tahun lalu, yang memilih Calon Gubernur Jawa Barat. Hasilnya, dinilai reliable dalam merepresentasikan kehendak warga Kota Depok.

"Berdasarkan, penelitian kita survei tahun lalu juga sama pemilihan masyarakat terhadap Partai sangat sedikit hanya mencapai dua persen saja," ujarnya.

Baca Juga:Pilkada Depok 2020, PKS Prioritaskan Usung Kader Internal

Selanjutnya, dirinya berharap hasil penelitian tersebut mampu menjadi acuan oleh Partai Politik di Kota Depok, guna menjawab keresahan dan keinginan masyarakat.

"Survei ini juga, telah digunakan di luar negeri dan itu telah dibuktikan, hasilnya hampir sama seperti di Real Count," jelasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini