Lagi Beres-Beres, Pedagang Pasar Dipatuk Ular Kobra

Rima Sekarani Imamun Nissa
Lagi Beres-Beres, Pedagang Pasar Dipatuk Ular Kobra
Petugas dinas pemadam kebakaran melakukan evakuasi seekor ular King Kobra (Ophiophagus Hannah) saat ditemukan di kawasan permukiman warga Jakasampurna, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12). [ANTARA FOTO/Risky Andrianto]

Seorang pedagang di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat, dilaporkan tergigit ular kobra, Kamis (12/12/2019) kemarin.

SuaraJabar.id - Bulan Desember ini, warga Kota Depok, Jawa Barat, diteror ular kobra atau jenis ular lainnya yang berbisa. Bahkan, seorang pedagang sayur di Pasar Kemirimuka dilaporkan telah menjadi korban dipatuk ular kobra

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DKPP) Kota Depok, Jawa Barat, setidaknya telah tercatat 22 laporan kasus penemuan ular kobra dari masyarakat. 

"Beberapa di antaranya ditemukan bersarang di rumah dan bahkan ada yang di temukan di kantor wali kota setempat. Totalnya ada 22 laporan yang kami terima dan tangani," kata petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Merdy Setiawan kepada wartawan di Balai Kota Depok, Jumat (13/12/2019). 

Merdy mengatakan, biasanya hanya ada sekitar lima laporan dalam sebulan. Namun, angkanya melonjak tajam bulan ini.

Pekan ini saja, kata dia, pihaknya mencatat berhasil mengamankan beberapa jenis ular, termasuk ular sawo coklat satu ekor, kobra Jawa empat ekor, dan sanca kembang.

"Lokasinya di wilayah Beji ular kobra, terus di Jatijajar jenisnya ular sawo coklat, di Kalimulya itu tiga anakan ular kobra. Induknya kita enggak ketemu tapi ada dan sarangnya sudah kita tangani," tutur Merdu. 

Tak hanya masuk ke pemukiman warga, ular juga sempat ditemukan berada di area perkantoran Wali Kota Depok, tepatnya gudang obat farmasi dekat parkiran. 

"Itu belum ketemu sampai sekarang. Itu indikasinya ular kobra. Terus yang di sebelah kirinya di Balaika II sudah ketangkap kobra juga, sama itu induk," jelasnya

Ia lalu mengimbau, jika ada warga yang mendapati adanya ular di area pemukiman, sebaiknya tidak gegabah. Usahakan untuk menghindar tapi dengan lebih dulu menandai lokasi atau sarangnya.

"Jangan bertindak, bahaya soalnya. Kalau ular berbisa seperti kobra kan walaupun baru menetas dia venom atau racunnya sama-sama mematikan. Sebaiknya segera menghubungi kami di nomor 021-77827280 atau bisa juga di 112," kata dia. 

Pedagang pasar dipatuk ular saat beres-beres 

Sementara itu, seorang pedagang bernama Wagiman di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat dilaporkan harus dilarikan ke Rumah Sakit lantaran dipatuk ular kobra, Kamis (12/12/2019) kemarin. Korban saat itu sedang membereskan dagangannya.

"Pak Wagiman sedang beres-beres dagangannya. Terus tahu-tahu digigit ular," ujar Sri, salah satu pedagang sayur di Pasar Kemirimuka. 

"Enggak pingsan, saya suruh pulang aja. Tadinya enggak mau pulang tapi akhirnya dibawa sama para pedagang dan tukang becak," imbuhnya.

Korban terkena gigitan pada bagian kaki kanan. Hingga Jumat, Sri menyebut korban masih menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok. 

"Ular yang gigit jenis kobra, enggak besar, sih. Ularnya enggak ketangkap langsung kabur ke kolong," katanya.

Para pedagang di Pasar Kemirimuka mengaku resah lantaran diduga masih ada ular lain yang berkeliaran. Mereka berharap tidak ada korban lagi.

Terpisah, ketika dikonfirmasi, pihak RSUD Depok menyatakan tidak ada korban dipatuk ular kobra yang dirawat di rumah sakit tersebut.

 "Nggak ada, nanti saya cek," kata Humas RSUD Depok, Hadi.

Kontributor : Supriyadi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS