Gelap Mata, Bengisnya Driver Ojol Bunuh Pacar saat Gendong Ponakan

Agung Sandy Lesmana
Gelap Mata, Bengisnya Driver Ojol Bunuh Pacar saat Gendong Ponakan
Ilustrasi mayat/ kamar mayat/ jenazah. (Shutterstock)

"Tak lama korban turun dari mobil sambil menggendong keponakannya yang bernama Keyla, begitu melihat hal tersebut, emosi pelaku langsung memuncak..."

SuaraJabar.id - Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki menceritakan detik-detik Yoriance Bani (29) diserang pacarnya berinisial NS (31) secara membabi buta hingga tewas.

NS yang menjadi pelaku pembunuhan sadis itu bekerja sebagai driver ojek online.

Diduga pemicu aksi penusukan itu berawal dari cekcok mulut antara korban dan pelaku. Ribut itu terjadi ketika korban hendak meminta sang kekasih untuk menemaninya membeli celana dalam di sebuah mal di Bandung.

Penusukan itu terjadi di belakang Perum Baros Indah RT 02 RW 03 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi tak jauh dari rumah indekos keduanya pada Kamis (14/12/2019) pukul 22.30 WIB.

Motif lain NS melakukan pembunuhan, diduga karena masalah cemburu dengan korban lantaran telah pergi bersama laki-laki lain. Padahal korban pergi bersama saudaranya untuk beribadat ke Gereja.

Dari penyidikan sementara, NS menyerang pacarnya saat sedang menggendong ponakan. Korban pun seketika tewas setelah menerima 14 kali tusukan yang bersarang di kepala, pinggang dan dada.

"Tak lama korban turun dari mobil sambil menggendong keponakannya yang bernama Keyla, begitu melihat hal tersebut, emosi pelaku langsung memuncak. Pelaku langsung menusuk pinggang korban beberapa kali hingga tersungkur," kata Yoris seperti dikutip Ayobandung.com, Selasa (17/12/2019).

Bukannya menghentikan serangan, pelaku justru terus menusuk korban meski korban telah ambruk, tusukan mengenai dada bahkan kepala kekasihnya hingga meregang nyawa.

"Ketika korban terjatuh dan bersimbah darah pelaku tidak menghentikan tusukannya, tetapi malah menusuk lagi ke dada korban secara berulang kali serta menghantamkan pisau belati tersebut ke arah kepala bagian kanan dan kiri secara berulang kali," katanya.

Serangan membabi buta itu terhenti setelah kakak ipar korban yang menyaksikan peristiwa itu berusaha melerai. Namun pelaku malah berupaya menyerang dan kabur meninggalkan sang kekasih yang bersimbah darah.

Ditemui terpisah, kakak ipar korban, Sri Sugianto menuturkan sebelum kejadian sadis ini korban bersamanya pergi beribadat ke gereja.

"Jadi saya turun dari mobil langsung jalan duluan ke kontrakan. Terus anak saya teriak-teriak, saya kira bercanda. Setelah saya cek ke depan, ternyata adik ipar saya udah tergeletak dan berdarah," kata Sri.

Soal penyebab penusukan tersebut, Sri mengaku tak tahu menahu. Sebab adik iparnya itu dikenal sebagai pribadi yang tertutup, bahkan pada kakak kandungnya sendiri. Namun Sri mengakui jika hubungan antara adik iparnya dengan pelaku memang kurang harmonis meskipun telah dua tahun berpacaran.

"Jangankan ke saya, ke suami saya (kakak kandung korban), dia itu tertutup. Jadi enggak tahu apa masalahnya," kata dia.

Akibat perbuatannya, lelaki asal Asmat, Papua Selatan itu dijerat Pasal 338 KUHP junto Pasal 354 junto Pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan berujung nyawa melayang atau pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS