#SaveParungPanjang Bergema, Truk Tambang Diprotes Sebabkan Macet dan Polusi

Truk tambang ini mengakibatkan kondisi jalan Raya Parung Panjang menjadi berdebu, rusak hingga banyak menelan korban jiwa.

Reza Gunadha | Rifan Aditya
Kamis, 26 Desember 2019 | 16:04 WIB
#SaveParungPanjang Bergema, Truk Tambang Diprotes Sebabkan Macet dan Polusi
#SaveParungPanjang bergema, truk tambang di Jalan Raya Parung Panjang diprotes (twitter)

SuaraJabar.id - Warganet ramai-ramai membuat cuitan yang disertai dengan tagar #SaveParungPanjang di Twitter. Tagar ini masuk dalam daftar trending topik sejak Kamis (26/12/2019) pagi.

Pantauan Suara.com, tagar #SaveParungPanjang telah dipakai dalam 3.522 cuitan hingga Kamis siang.

Tagar itu dipakai oleh warganet yang memprotes banyaknya truk tambang yang melintas di Jalan Raya Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat.

Truk tambang ini mengakibatkan kondisi jalan menjadi berdebu dan rusak. Tidak hanya itu, warganet mengeluh jalanan yang selalu macet dan polusi meningkat.

Baca Juga:Shin Tae-yong: Aku akan Dikontrak PSSI Tiga Tahun

Tagar ini bermula dari cuitan akun JabarHeadline yang memperlihatkan foto-foto kondisi Jalan Raya Parung Panjang yang penuh dengan truk tambang. Ada pula foto seorang anak sekolah yang memperlihatkan tulisan "Saya rindu udara bersih #SaveParungPanjang".

#SaveParungPanjang bergema, truk tambang di Jalan Raya Parung Panjang diprotes (twitter)
#SaveParungPanjang bergema, truk tambang di Jalan Raya Parung Panjang diprotes (twitter)

Cuitan tersebut banyak dibagikan oleh warganet. Ada juga warganet lain yang mengaku sebagai warga Parung Panjang dan membuat kicauan dengan tagar tersebut.

Intan Silvani Muljadi melalui akun Twitter @tan_silvani mengaku bahwa sudah banyak korban jiwa yang jatuh akibat truk tambang pada setiap tahunnya.

"Setiap tahun korban jiwa akibat lintasan truk pengangkut tambang sangat banyak, terakhir bulan lalu terjadi kecelakaan korban tewas, belum lama ananda Lutfi siswa SMA parungpanjang harus diamputasi yang menyebabkan demo siswa di Parung Panjang," tulis @tan_silvani, seperti dikutip Suara.com, Kamis (26/12).

Ia juga mengungkit kembali kejadian-kejadian viral terkait jalan di Parung Panjang yang rusak dan macet karena truk tambang.

Baca Juga:7 Foto Najwa Shihab Liburan di Dubai, Lihat Keseruannya Yuk

Warganet ramai-ramai membuat cuitan yang disertai dengan tagar #SaveParungPanjang di Twitter (twitter)
Warganet ramai-ramai membuat cuitan yang disertai dengan tagar #SaveParungPanjang di Twitter (twitter)

"Kami warga parung panjang senantiasa hidup dalam kesulitan, tahun kemarin viral video ibu yang mau melahirkan harus jalan kaki karena mobil dan motor tidak bisa lewat sama sekali, bila terjadi keadaan darurat rumah sakit terdekat di wilayah Tangerang. Untuk sampai di rumah sakit kami kadang harus mengandalkan komunitas biker untuk membantu membukakan jalan agar ambulance bisa lewat karena kanan kiri jalan dipenuhi truk parkir," ucapnya.

Intan menambahkan, "Ada 2 kejadian berat yang tidak pernah saya lupakan, yang pertama tergencetnya angkot yang mengangkut anak-anak yang pulang sekolah oleh truk tambang secara sandwich dan angkot yang tertimpa badan truk."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak