Garut Diterjang Longsor karena Hujan Deras

Longsor tersebut terjadi di selatan Garut di Kecamatan Pamulihan. Longsor itu disebabkan hujan deras mengguyur wilayah itu.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 27 Desember 2019 | 16:53 WIB
Garut Diterjang Longsor karena Hujan Deras
Longsor (Antara)

SuaraJabar.id - Kabupaten Garut diterjang longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat mencatat longsor ada di sejumlah titik.

Longsor tersebut terjadi di selatan Garut di Kecamatan Pamulihan. Longsor itu disebabkan hujan deras mengguyur wilayah itu.

"Titik longsornya kecil-kecil, ada tiga sampai empat longsor tapi tidak memakan badan jalan, hanya di Desa Garumukti yang memakan badan jalan dan kendaraan tak bisa melintas," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Garut Agus TB Sopian kepada wartawan di Garut, Jumat.

Ia menuturkan, bencana tanah longsor terjadi sejak Kamis (26/12/2019), hingga Jumat siang petugas masih berupaya menyingkirkan material tanah longsor yang menimbun jalan. Kendaraan alat berat dari Dinas PUPR Garut, kata dia, sudah diterjunkan untuk mempercepat proses menyingkirkan material longsor agar kendaraan bisa melintasi jalur itu.

Baca Juga:Waspadai Titik Rawan Longsor di Jalur Wisata Dieng

"Kebetulan di jalur Garumukti-Pamulihan sekarang lagi dikerjakan oleh PUPR menggunakan alat berat yang berada di Cikajang," katanya.

Ia menyampaikan, BPBD Garut terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi bencana tanah longsor di wilayah selatan Garut. Selama musim hujan, kata dia, jajarannya terus siap siaga untuk mengawasi daerah potensi bencana, dan segera melakukan tindakan jika mendapatkan informasi bencana.

"Alhamdulillah sampai sekarang belum ada kejadian yang mengancam masyarakat, mudah-mudahan ke depan tidak ada," katanya.

Ia menambahkan, wilayah Garut memiliki potensi tinggi terjadinya bencana alam, seperti tanah longsor, pergerakan tanah dan banjir saat musim hujan. Masyarakat, lanjut dia, harus meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari risiko dampak dari bencana alam yang terjadi di Garut.

"Masyarakat untuk bisa melakukan evakuasi mandiri apabila hujan tiga jam dengan intensitas tinggi, jadi jangan ambil risiko," katanya. (Antara)

Baca Juga:Pendaki Asal Semarang, Ditemukan Tewas Terimbun Longsor di Gunung Sumbing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak