Nihil Bercak Darah, Jalan Terang Misteri Pembunuhan Anjani Bee

Pebriansyah Ariefana
Nihil Bercak Darah, Jalan Terang Misteri Pembunuhan Anjani Bee
Anjani Bee (dok Pribadi)

Tato "fuck my life" di tubuh Anjani Bee.

SuaraJabar.id - Kepolisian Cimahi, Jawa Barat masih keculitan mengungkap pembunuh Anjani Bee, si wanita bertato burung hantu yang tewas mengenaskan telanjang di Bandung Barat. Polisi mengungkap kemungkinan besar cara Anjani Bee dibunuh dengan sadis.

Anjani Bee dibunuh lebih dulu di sebuah tempat, setelah itu dibuang ke jalan. Polisi mengungkapkan hal itu karena di lokasi kejadian pembunuhan Anjani Bee tidak ditemukan bercak darah.

Mayat Anjani Bee ditemukan di Jalan Raya Lembang-Bandung, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis pekan lalu. Mayat wanita bertato burung hantu itu ditemukan setelah telanjang dengan telanjang dada.

"Sudah dipastikan di tempat lain karena di tempat tersebut tidak ditemukan adanya darah. Itu hanya tempat pembuangan saja," kata Kapolres Cimahi AKBP M. Yoris Maulana Yusuf saat dihubungi, Selasa (10/3/2020).

Anjani Bee (dok Pribadi)
Anjani Bee (dok Pribadi)

Sejauh ini polisi telah memeriksa 35 orang saksi termasuk orang tua korban, teman pria korban dan seluruhnya yang bersangkutan dengan korban. Namun polisi belum dapat mengarah terhadap pelaku pembunuhan.

"Sudah semuanya sudah diperiksa. Saat ini, kami belum menentukan tersangka ya. Segera nanti setelah kita mendapatkan informasi yang memang benar-benar bagus maka kita akan menetapkan tersangka dan melakukan penangkapan," terang dia.

Seperti diketahui, Intan ditemukan tewas di depan Hotel Novena, tepatnya di di selokan di Jalan Raya Lembang-Bandung, Kamis (5/3/2020).

Mayat wanita bertato (dok polisi)
Mayat wanita bertato (dok polisi)

Jasad Intan, ditemukan di sebuah selokan kecil pinggir jalan, dengan sejumlah luka. Hasil pemeriksaan sementara, beberapa luka disebabkan luka sayatan yang cukup dalam dari benda tajam dan luka lebam karena benda tumpul.

Pada tubuh Anjani Bee juga didapati ada gambar tatto bertuliskan "fuck my life" di lengan kiri dan tatto bergambar burung hantu di lengan kanannya.

Video Penganiayaan

Kasus pembunuhan sadistis terhadap Intan Marwah Sofiyah alias Anjani Bee hingga Minggu (8/3/2020), masih diselimuti banyak misteri. Sempat terembus kabar, pembunuh Anjani Bee sudah berhasil ditangkap polisi. Namun belakangan, polisi menilai kabar tersebut hoaks.

Selain itu, Nita Handayani, ibunda Anjani Bee, hingga kekinian masih kebingungan terhadap kesimpangsiuran informasi mengenai putrinya.

Nita mengakui tak tahu pasti isu putrinya merupakan anggota geng motor. Nita ragu, aktivitas Anjani yang membuat putirnya terbunuh di Jalan Raya Lembang – Bandung, Kamis (5/3) lalu.

Lokasi penemuan mayat wanita bertato burung hantu. (Suara.com/Cesar)
Lokasi penemuan mayat wanita bertato burung hantu. (Suara.com/Cesar)

Tak hanya itu, Nita juga mengakui sempat mendapat informasi terdapat video penganiayaan terhadap Anjani. Video itu didapatkan dari grup Facebook.

"Enggak tahu benar atau enggaknya. Katanya video pemukulan anak saya ada di grup Facebook XTC (geng motor). Saya coba cek di Facebook atasnama siapa saya lupa, karena sudah diblok," kata Nita, Minggu (8/3/2020) lalu.

Nita menambahkan, menurut informasi dari teman korban, peristiwa tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman yang menyebut anaknya ikut dalam komunitas XTC, tetapi justru memakai baju Brigez.

"Jadinya dipukulin tapi enggak tahu benar atau enggaknya," ujarnya.

Terpisah, polisi telah memastikan Intan bukan anggota geng motor. Berdasarkan foto-foto yang beredar di WhatsApp grup, pihak kepolisian menyebut foto wanita ini banyak memakai jaket salah satu geng motor dan menurut ciri-cirinya sama seperti wanita yang menjadi korban pembunuhan di Lembang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS