Lonjakan Pasien Positif Corona di Sukabumi

Jumlah penambahan itu belum dilaporkan ke pemerintah pusat.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 31 Maret 2020 | 06:00 WIB
Lonjakan Pasien Positif Corona di Sukabumi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Suara.com/Emi)

SuaraJabar.id - Jumlah pasien positif virus corona Kabupaten Sukabumi melonjak setelah Jawa Barat melakukan rapid test virus corona. Provinsi Jawa Barat melakukan rapid test virus corona ke 22 ribu orang.

Dari tes itu, sebanyak 300-an orang divonis positif virus corona. Kebanyakan dari mereka adalah warga Sukabumi, Jawa Barat. Jumlah ini melonjak sebelumnya ada 146 warga Jawa Barat positif virus corona.

"Jadi di Kota Sukabumi terjadi hasil tes yang paling besar dari seluruh kota kabupaten di Jabar. Bukan di Bekasi atau Depok, tapi di Kota Sukabumi," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Pendopo Pemprov Bandung, Senin (30/3/2020).

Dia menyebutkan rapid test virus corona itu dilakukan di 27 daerah secara massal. Rapid tes sebagian dilakukan door to door atau dari rumah ke rumah.

Baca Juga:Jabar Rapid Test 22 Ribu Orang, 300-an Positif Corona, Banyak dari Sukabumi

"Dari hasil rapid tes dari 22 ribu itu tercatat ada 300-an yang positif, nah langkah kedua tiga ratusan yang positif itu akan dilakukan tes kedua menggunakan PCR atau swab untuk memastikan ini bukan false positif, yaitu positif tapi ternyata bukan," kata Ridwan Kamil.

Jumlah penambahan itu belum dilaporkan ke pemerintah pusat. Sebab akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

"Jadi belum bisa kita jadikan laporan ke pemerintah pusat, tapi saya laporkan bahwa hasil dari rapid tes," kata dia.

Penghentian kereta api

Kepala Stasiun Sukabumi, Deni Herdian Hadi Saputra membenarkan informasi mengenai pembatalan perjalanan KA Pangrango tujuan Bogor dan KA Siliwangi tujuan Ciranjang Cianjur mulai tanggal 1 hingga 30 April 2020.

Baca Juga:Mulai 1 April, KAI Hentikan Perjalanan Kereta Sukabumi-Bogor dan Cianjur

"Guna mendukung dan menekan potensi penyebaran Covid-19. Kemudian melihat rendahnya okupansi," kata Deni kepada sukabumiupdate.com (jaringan Suara.com), Minggu (29/3/2020).

Namun demikian, Deni menyatakan, pelayanan loket masih dibuka, salah satunya untuk melayani pengembalian bea.

Menurut dia, jumlah kedatangan penumpang pada bulan Fabruari lalu menurun dari bulan sebelumnya.

Di mana kedatangan penumpang dari arah Bogor tujuan Sukabumi pada bulan Februari turun 27 persen.

Sedangkan kedatangan dari arah Ciranjang Cianjur tujuan Sukabumi pada bulan Februari turun 44 persen.

"Maret belum kita rilis, nanti akhir bulan. Tapi trennya turun," kata Deni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak