- Jalur alternatif Bogor-Banten via Jasinga-Koleang sangat berbahaya karena tebing tinggi tanpa Tembok Penahan Tanah memadai.
- Pemudik khawatir jalur tersebut rawan longsor saat musim hujan dan disarankan menghindarinya demi keselamatan.
- Meskipun berisiko, jalur ini dapat memangkas waktu perjalanan menuju Rangkasbitung sekitar 30 menit dibandingkan jalur Cipanas.
SuaraJabar.id - Bagi para pemudik yang akan melakukan perjalanan dari wilayah Bogor, Jawa Barat, menuju Banten pada Lebaran 2026, ada peringatan serius yang wajib diperhatikan.
Jalur alternatif Jalan Raya Koleang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, dinilai sangat berbahaya dan diimbau untuk dihindari, terutama saat musim hujan.
Kondisi jalan di jalur tersebut, yang seharusnya bisa menjadi solusi untuk memangkas waktu, justru kini dibayangi ancaman serius yang mengintai keselamatan para pengguna jalan.
Jalur Jasinga-Koleang ini memiliki sebuah tebingan tinggi yang menjulang di sisi jalan, namun tanpa adanya Tembok Penahan Tanah (TPT) yang memadai.
Baca Juga:Telolet Dilarang Mudik! Polres Bogor Razia Klakson dan Kelayakan Bus di Cibinong
Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan akan adanya longsor, terutama jika hujan deras mengguyur.
Para pemudik pun dibayang-bayangi kecemasan mendalam saat melewati jalur tersebut.
Salah satu pemudik asal Bogor, Jihan, mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam.
"Khawatir longsor kalau lewat sini, tebingannya tinggi banget," ujarnya pada Selasa (17/3/2026).
Jihan juga secara spesifik memberikan peringatan keras, terutama jika kondisi cuaca tidak bersahabat.
Baca Juga:7 Fakta Kunci Dashrun Bogor: Dari Ajang Adu Kecepatan Hingga Solusi Ampuh Cegah Tawuran
"Apalagi, jika kondisi hujan turun tentunya sangat mengkhawatirkan lebih ekstra lagi jika lewat jalur tersebut. Kalau hujan jangan lewat sini, khawatir longsor. Lebih baik lewat jalur Cipanas kalau mau ke Rangkasbitung," jelasnya.
Meskipun memiliki risiko tinggi, jalur Jasinga-Koleang ini sebenarnya menawarkan keuntungan berupa efisiensi waktu.
Ibu satu anak itu menyebutkan, jalur ini bisa memangkas waktu 30 menit jika ingin ke Rangkasbitung.
"Kalau lewat Cipanas lumayan jauh muter. Kalau lewat Koleang bisa tembus Curugbitung, bisa mangkas waktu juga," tukasnya.
Jihan berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bogor agar segera memperbaiki jalur tersebut.
Peringatan dari pemudik ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemkab Bogor untuk segera melakukan peninjauan dan perbaikan, terutama pemasangan TPT di titik-titik tebing curam.