Warga Jakarta Dilarang ke Puncak, Takut Sebar Virus Corona

Pebriansyah Ariefana
Warga Jakarta Dilarang ke Puncak, Takut Sebar Virus Corona
Kendaraan keluar gerbang tol Ciawi menuju jalur wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/3).[ANTARA FOTO/Arif Firmansyah]

Bupati mengaku khawatir jika banyaknya warga Jakarta yang eksodus ke kawasan Puncak akan menambah resiko penularan virus corona atau covid-19.

SuaraJabar.id - Bupati Bogor Ade Yasin menyebut akan melakukan pembatasan akses menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal itu untuk mencegah adanya eksodus dari warga Jakarta khusunya para pemilik vila pribadi di wilayah tersebut.

"Kita akan sekat untuk membatasi orang dari Jakarta ngumpet di vila-vila. Saya sudah minta ke Kapolres dan Dandim untuk penyekatan di sana (Puncak)," kata Ade Yasin, kepada wartawan, Senin (30/3/2020).

Ia mengaku khawatir jika banyaknya warga Jakarta yang eksodus ke kawasan Puncak akan menambah resiko penularan virus corona atau covid-19.

"Untuk penyekatan antisipasi mudiknya (warga Jakarta) ke vila atau orang-orang ngumpet di sana jangan sampai ada tambahan lagi. Ini bukan lockdown, hanya prioritas yang sekarang kelihatannya akan terjadi rangkaian mobil mau naik ke sana (Puncak) kita sekat, batasi orang ke sana," jelasnya.

Ia pun mengimbau bagi warga Jakarta untuk tetap berada di rumah dan jutru tidak melakukan eksodus. Sebab, tempat aman untuk saat ini adalah rumah.

"Untuk warga Jakarta stay at home, jangan ke mana-mana karena Bogor juga berisko (virus corona). Lebih baik dan yang paling aman saat ini ya tinggal di rumah masing-masing," tutup Ade Yasin.

Kontributor : Zian Alfath

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS