Selain itu, pihaknya juga meliburkan tim medis di bangsal Flamboyan yang sempat dijadikan ruang rawat pasien PDP yang juga tidak jujur saat dimintai keterangan riwayat perjalannya.
“Ada 40 orang yang diliburkan selama dua pekan,” jelas Titik.
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo menambahkan selain pegawai RSUD dr. R Soedjati Purwodadi, pihaknya juga akan melakukan penelusuran terhadap siapa saja yang sebelumnya pernah kontak dengan pasien S.
Termasuk juga dua orang pasien lain yang sempat berada satu kamar di ruang perawatan Aster RSUD Purwodadi saat S masih dirawat sebelum dipindah ke ruang isolasi.
Baca Juga:Sesak Napas, Wali Kota Tanjunpinang Syahrul Langsung Diisolasi di RS
“Karena yang bersangkutan juga pernah periksa ke salah seorang dokter di Sragen sebelum dinyatakan positif Covid-19, Dinkes Grobogan akan berkoordinasi dengan Dinkes Sragen agar dilakukan penelusuran,” ujarnya.
Diketahui, berdasarkan data di Kabupaten Grobogan pada Jumat (10/4/2020), terdapat 162 orang dalam pemantuan (ODP), selesai dari pemantauan ada 42 orang, dan satu ODP meninggal dunia. Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) ada 51 orang, sembuh 42 orang, dan meninggal 3 orang, serta ada satu orang positif COVID-19.