Pusing 7 Keliling Lapak Digusur, Pedagang Pasar Anyar Bingung Lunasi Utang

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah
Pusing 7 Keliling Lapak Digusur, Pedagang Pasar Anyar Bingung Lunasi Utang
Petugas Satpol PP membongkar lapak pedagang di Pasar Anyar, Bogor, Jabar. (Suara.com/Bagaskara).

"Ya bingung mas (cari penghasilan). Mana 4 hari lagi lebaran."

SuaraJabar.id - Pemerintah Kota Bogor telah melakukan penertiban kepada ratusan lapak pedagang liar di Pasar Anyar, Kota Bogor, Jawa Barat lantaran dinilai telah melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Lapak-lapak yang ditertibkan dan dipaksa dihancurkan oleh aparat ini kebanyakan menjual barang-barang yang tidak dikecualikan dalam aturan PSBB seperti pakaian hingga pernak-pernik aksesoris.

Ditemui Suara.com di lokasi pada Selasa (19/5/2020), salah satu pedagang yang lapaknya digusur oleh Pemkot Bogor mengungkapkan, bahwa kini ia bingung untuk mendapatkan penghasilan.

"Ya bingung mas (cari penghasilan). Mana 4 hari lagi lebaran," kata pedagang pakaian dalam yang tak mau disebutkan namanya saat berbincang dengan Suara.com di Pasar Anyar, Bogor.

Menurutnya, selama adanya pandemi virus Corona ini pendapatannya menurun drastis. Ia mengaku terpaksa berjualan tetap menggelar lapak meski di larang lantaran butuh untuk menghidupi keluarga.

Kini lapaknya sudah digusur oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), ia terpaksa untuk saat ini tak bisa berjualan kembali. Ia pun mengaku bingung mendapat penghasilan hingga membayar hutang.

"Kalau sudah kayak gini mau gimana lagi. Mana kita punya utang, bingung bayar utang. Boro-boro mikirin baju lebaran anak," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya sempat memimpin jalannya penertiban pasar dalam rangka penerapan PSBB di Pasar Anyar, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (18/5/2020).

Dalam kegiatan tersebut, petugas gabungan dari jajaran TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor melakukan penutupan lapak liar, di tempat yang sama juga dilakukan rapid test bagi pengunjung dan pedagang pasar.

“Titik yang paling rawan di masa PSBB ini adalah pasar, ditambah lagi menjelang Lebaran. Kita amati ada arus warga yang datang berbondong-bondong belanja bukan kebutuhan pokok. Karena itu saya koordinasikan dengan Forkopimda, Alhamdulillah didukung penuh Pak Danrem, Pak Dandim, Pak Kapolres, Pak Dandenpom, bahkan Komandan Batalyon 315,” kata Bima Arya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS