RK soal Banyak Musisi Tak Percaya Corona: Kalau Belum Kena ya Belum Percaya

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
RK soal Banyak Musisi Tak Percaya Corona: Kalau Belum Kena ya Belum Percaya
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau pelaksanaan tes swab PCR pemain Persib di graha Persib, Jalan Sulanjana, Bandung, Jumat (3/7/2020). [Suara.com/Aminuddin]

"Masa harus semua mendapatkan situasi seperti itu dulu baru percaya?" ucapnya.

SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai masih ada masyarakat di Indonesia yang tidak percaya akan keberadaan virus Corona (Covid-19). Bahkan ia sempat menyinggung seorang musisi nasional yang koar-koar tidak percaya Covid-19.

Selain di wilayahnya, Emil juga memperhatikan pergerakan pandemi Covid-19 di tanah air. Karena itu pula ia masih menemukan kelompok masyarakat anti Covid-19 atau tidak mau percaya virus itu mematikan.

"Masih ada kelompok orang yang masih tidak percaya bahwa corona itu ada, itu satu kelompok, masih ada yang percaya bahwa corona atau virus ini tidak mematikan dan lain sebagainya," kata Emil dalam sebuah diskusi virtual, Selasa (28/7/2020).

Bahkan Emil sempat menyinggung pemusik tanah air yang juga termasuk ke dalam kelompok tersebut. Menurutnya orang-orang seperti itu tidak akan bisa percaya kalau belum benar-benar tertular oleh virus yang pertama kali ditemukan di China tersebut.

"Bahkan kita lihat kan pemusik nasional ada juga yang melakukan statment-statement, kegiatan, karena ibaratnya itu kaya kematian, kalau dia belum kena ya dia belum percaya," ujarnya.

Emil bahkan mencontohkan pada satu kasus di Jawa Barat, di mana ada seseorang yang tidak percaya dengan adanya Covid-19. Akan tetapi ia malah berubah menjadi paranoid ketika menemukan anggota keluarganya meninggal akibat tertular Covid-19.

"Masa harus semua mendapatkan situasi seperti itu dulu baru percaya?" ucapnya.

Hal tersebut tentu menjadi tantangan baginya sebagai pemimpin untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena itu, Emil selalu membawa tas berisikan masker setiap kali ia bepergian.

Masker tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang ditemukannya di jalan.

"Jadi sambil saya tegur saya kasih masker, selalu habis karena apalagi kadang-kadang yang saya lihat juga nih orang tuanya pakai (masker) anaknya malah enggak. Jadi pemahamannya terbalik padahal yang rawan juga anak-anaknya," tuturnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS