Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pelatih Persib Sebut Indonesia Dahulukan Pilkada ketimbang Liga 1

Ari Syahril Ramadhan Senin, 19 Oktober 2020 | 17:42 WIB

Pelatih Persib Sebut Indonesia Dahulukan Pilkada ketimbang Liga 1
Pelatih kepala Persib Bandung, Robert Alberts. [Dok. Persib]

Indikasi terkuat untuk saat ini adalah setelah Pilkada, polisi akan memberikan izin soal penyelenggaraan liga atau turnamen pada Januari, Februari dan mungkin juga Maret.

SuaraJabar.id - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts mengatakan pemerintah mendahulukan agenda politik seperti Pilkada serentak ketimbang event olahraga.

Hal itu kata Robert, tercermin dari informasi yang ia dapat. Menurut informasi itu, Liga 1 kemungkinan akan kembali bergulir setelah Pilkada serentak di Indonesia usai.

Menurutnya, alasan kenapa kepolisian tidak memberikan izin diduga karena akan terlebih dahulu fokus mengamankan Pilkada.

"Semua kabar yang kami terima, dan seperti yang sudah saya katakan, indikasi terkuat untuk saat ini adalah setelah Pilkada, polisi akan memberikan izin soal penyelenggaraan liga atau turnamen pada Januari, Februari dan mungkin juga hingga Maret," ucapnya melalui wawancara daring, Senin (19/10/2020).

Pelatih asal Belanda itupun mengatakan sudah seharusnya masalah pandemi virus Corona tidak menjadi batu sandungan bagi Liga 1. Pasalnya, berkaca dari kompetisi sepak bola di luar negeri, meski pandemi tapi liga kembali berjalan, dan syaratnya menerapkan protokol kesehatan.

"Ini adalah sesuatu yang harus bisa diterima untuk hidup bersama karena orang-orang juga saat ini masih belum tahu cara paling efektif dalam memerangi Covid," jelasnya.

Namun, khusus untuk Indonesia, Liga 1 tak jadi digelar karena alasan izin keamanan yang tak dikeluarkan kepolisian. Hal itu, kata dia, sesuatu yang tidak terjadi di luar negeri.

"Kegiatan olahraga di seluruh dunia sudah dilanjutkan, tapi di Indonesia ada kegiatan politik yang diutamakan. Meskipun PSSI dan LIB sudah menyetujui liga boleh dilanjutkan, pihak otoritas lain masih bisa membatalkannya," katanya.

"Kalian tidak akan melihat ini (masalah izin keamanan) di negara lain, ini berbeda. Jika liga berjalan, polisi yang harus mengikuti instruksi, tapi di sini berbeda. Itu yang saya katakan tadi, struktur politiknya berbeda dan kami harus menerimanya karena ini budaya di negara ini," tambah Robert Alberts.

Meski begitu, Robert Alberts enggan memikirkan opsi terburuk terkait kemungkinan Liga 1 2020, tidak akan dilanjut. Robert masih optimis kompetisi tertinggi di Indonesia itu akan tetap digelar.

"Kami tidak memikirkan itu (Liga 1 tak dilanjut) karena kami masih percaya, apapun formatnya, itu akan dimulai lagi pada 2020," kata Robert Alberts.

Kontributor : Aminuddin

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait