Kemudian Rocky Gerung menuturkan, stafsus milenial seharusnya menemani Presiden Jokowi 'ngopi' 3 kali sehari.
Dalam momen tersebut, staf milenial memberi masukkan ke Presiden Jokowi agar setiap hari ada menu ide di kepala.
Sayangnya, Rocky Gerung merasa hal itu tidak diterapkan sehingga stafsus milenial terkesan tidak ada fungsinya.
"Ini kita lihat stafsus milenial gak ada fungsi karena kita tahu Presiden Jokowi setiap kali bicara gak ada perspektif milenial," kata Rocky.
Baca Juga:Typo Tingkat Dewa, Surat Stafsus Jokowi Direvisi Warganet Layaknya Skripsi
"Stafsus Milenial dijadikan patung-patung hidup, mondar-mandir di halaman Istana. Saling WhatsApp-an, saling nanya isunya. Mestinya dia yang inisiatif, presiden minta mereka ajukan poin para pers bersama presiden. Ini terbaca," imbuh Rocky Gerung tegas.
Terakhir, Rocky Gerung mengatakan lama-lama Istana semakin parodi. Meskipun dia mengaku ada untungnya lantaran jadi ada bahan untuk disatirkan.
"Istana makin lama dari komedi jadi parodi. Para milenial istana teruslah menghasilkan keanehan supaya saya ada bahan untuk menerangkan bahwa istana adalah istana parodi," pungkas Rocky Gerung.