Tiga Daerah di Jawa Barat Kembali Sandang Status Zona Merah

Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang masuk zona merah Covid-19.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 09 November 2020 | 16:05 WIB
Tiga Daerah di Jawa Barat Kembali Sandang Status Zona Merah
Setiawan Wangsaatmaja (AyoBandung)

SuaraJabar.id - Tiga kota/kabupaten di Jawa Barat kembali masuk ke zona merah penyebaran Covid-19.

Sekretaris Daerah Jawa Barat (Jabar) yang juga Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Jabar, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan pada pekan ini ada tiga daerah yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang masuk zona merah Covid-19.

"Kemudian berikutnya lagi adalah terkait dengan zona risiko. Jadi Zona risiko di minggu ini Jawa Barat ada tiga kabupaten kota, yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang," kata Setiawan Wangsaatmadja, di Kota Bandung, Senin (9/11/2020).

Meskipun jumlah daerah berstatus zona merah Covid-19 bertambah, kata Setiawan, saat ini jumlah daerah yang masuk dalam zona kuning atau kawasan risiko rendah penyebaran Covid-19 bertambah dari awalnya tiga daerah menjadi tujuh daerah.

Baca Juga:Pandemi Covid-19 Belum Usai, Pertimbangkan 4 Hal Ini saat Keluar Rumah

Dia menuturkan pada pekan lalu daerah yang masuk zona kuning hanya Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Cianjur namun saat ini daerah yang berisiko rendah atau zona kuning Covid-19 bertambah menjadi Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, dan Kota Banjar.

"Mudah-mudahan hal ini terus bisa kita tahan dan bahkan kita akan bisa meningkatkan cakupan dari risiko rendah ini," kata dia.

Menurut dia, diperlukan upaya bersama untuk bisa menekan sebuah daerah bisa menjadi zona risiko rendah Covid-19 karena dalam dua minggu terakhir Provinsi Jawa Barat sudah bisa menekan risiko penyebaran Covid-19.

Lebih lanjut ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat kriteria-kriteria yang dapat menekan penyebaran Covid-19 seperti dengan tracing atau pelacakan kontak, penyediaan fasilitas kesehatan, dan lain-lain.

"Jadi indikator-indikator inilah yang kami bangun menjadi keys performance indicator, indikator utama kunci. Indikator-indikator ini kita kuatkan yang dipantau setiap minggunya, itulah upaya kita bagaimana bisa menekan serendah mungkin kasus-kasus yang terjadi di daerah tersebut," kata dia.

Baca Juga:Bukan Hanya di Gedung, Anies Izinkan Resepsi Pernikahan di Perkampungan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini