alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jual Mobil via Online Makin Seru Usai PSBB, Ini Tips Agar Aman Saat Membeli

RR Ukirsari Manggalani Rabu, 20 Januari 2021 | 10:31 WIB

Jual Mobil via Online Makin Seru Usai PSBB, Ini Tips Agar Aman Saat Membeli
Tak kurang dari 170 titik akan diperiksa inspector Carsome bagi mobil bekas yang hendak dilego [Dok Carsome Indonesia].

Selain membeli mobil bekas, konsumen juga menjual kendaraan second hand secara online.

SuaraJabar.id - Di masa pandemi COVID-19, pasar online jual beli mobil bekas tergolong marak. Carsome Indonesia--platform e-commerce mobil terintegrasi terbesar di Asia Tenggara yang hadir di Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Singapura--menggelar survei pada Oktober 2020.

Respondennya mencapai lebih dari 1.000 orang dan mendapatkan hasil bahwa benar adanya, bila platform jual-beli mobil bekas online semakin populer setelah periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam diskusi virtual yang dihadiri Suara.com, jaringan SuaraJabar.id, Delly Nugraha, General Manager Carsome Indonesia menyatakan bahwa persentase masyarakat Indonesia yang tertarik menjual mobil secara online meningkat 34 persen, dari 53 persen sebelum PSBB menjadi 71 persen.

Statistik ini memberikan gambaran semakin pesatnya digitalisasi pasar mobil bekas karena platform online dirasa mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam menjual mobil bekas.

Baca Juga: Jual Beli Mobil Bekas Bakal Ramai di Kuartal Kedua 2021

Inspector Carsome memeriksa secara detail titik-titik wajib periksa untuk mobil yang akan dijual atau dibeli [Dok Carsome Indonesia].
Inspector Carsome memeriksa secara detail titik-titik wajib periksa untuk mobil yang akan dijual atau dibeli [Dok Carsome Indonesia].

Menurut Carsome Indonesia, memasarkan atau menjual mobil bekas memiliki sejumlah tantangan, antara lain yang dikemukakan responden adalah:

Sebelum PSBB

  • Kepuasan dengan harga (38 persen)
  • Kesulitan keuangan sehingga kesulitan menjual mobil yang masih dalam periode kredit (29 persen)
  • Harus menunggu transfer kepemilikan mobil yang cukup lama (26 persen).

Setelah PSBB

  • Menjual mobil yang masih kredit adalah kesulitan keuangan (51 persen)
  • Transfer kepemilikan mobil yang tertunda dan ketidakpuasan harga mendapatkan persentase yang sama (31 persen).

Menyimak situasi ini, Carsome sebagai platform e-commerce mobil terintegrasi terbesar di Asia Tenggara, berupaya memberikan solusi menyeluruh bagi para pemilik dan dealer mobil bekas. Caranya dengan menangani seluruh proses penjualan, mulai inspeksi mobil menyeluruh di 175 titik, pembayaran yang cepat, dan tanpa pengurusan dokumen yang berbelit.

Artinya, platform ini menawarkan pengalaman menjual mobil yang mudah dan antirepot. Dengan memanfaatkan teknologi dan analitik data yang konsisten diperbaharui untuk mendapatkan pemahaman konsumen yang lebih baik.

Baca Juga: Mitsubishi Perluas Bisnis, Kini Sediakan Layanan Jual Beli Mobil Bekas

Dan menggenapi layanan sebagai penyedia mobil bekas, Carsome berencana meluncurkan model bisnis business-to-customer (B2C) di Indonesia untuk memberikan pengalaman jual-beli mobil bekas yang lebih terintegrasi.

Model bisnis ini memungkinkan Carsome untuk menawarkan mobil secara langsung kepada konsumen, tentunya dengan nilai jual terbaik dan kualitas yang terjamin. Sebelumnya, Carsome telah memperkenalkan segmen B2C di Malaysia pada Agustus 2020.

Sebagai catatan dari Carsome Indonesia, mobil yang menjadi primadona hingga kekinian adalah kategori Low Cost Green Car (LCGC), serta mobil kecil. Sehingga untuk penjualan, peluang besar terbuka untuk kategori ini.

Sedangkan untuk pembelian mobil secara online, beberapa tips pengantarnya adalah:

  • Pilih situs jual beli mobil bekas yang terpercaya, dengan website valid, termasuk "about us" menyedikan informasi jelas.
  • Lakukan searching tentang reviews situs yang bersangkutan. Lihat pengalaman pengguna sebelumnya.
  • Layanan lengkap end-to-end sehingga tidak merepotkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait