"Bukan hanya mengedukasi tetapi merubah budaya, bahwa makanan pertama di pagi hari itu adalah makanan yang bergizi yaitu mewakili isi piringku 50 persennya buah dan sayur, protein dan 11 persen saja karbohidratnya," tukasnya.
Faktor ekonomi atau tingkat kesejahteraan masyarakat diangap menjadi penyebab lain stunting. Saat ekonomi anjlok, daya beli masyarakat pun turun dan berdampak pada asupan gizi jadi tidak seimbang.
"Kemudian faktor ekonomi, dengan adanya pandemi Covid-19 yang paling terasa itu dampak ekonomi. Daya beli masyarakat menjadi kurang," imbuhnya.
Makanya, Siti berharap melalui program Bandung Tanginas bisa memberikan berbagai upaya penanganan sehingga Kota Bandung bisa zero stunting.
Baca Juga:Siap-siap Kena Tes Covid-19 Acak saat Dugem di Kota Bandung
"Kita memberikan pelatihan kepada keluarga-keluarga stunting supaya memiliki skill. Dengan skill itu supaya mereka mampu menghadirkan pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasarnya," katanya.
Kontributor : Aminuddin