alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dari Mana Dana KLB Demokrat? Ini Kata Istri AHY

Ari Syahril Ramadhan Minggu, 07 Maret 2021 | 13:06 WIB

Dari Mana Dana KLB Demokrat? Ini Kata Istri AHY
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan istrinya Annisa Pohan. [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Dana juga digunakan untuk mengiming-imingi pemilik suara sah dan membayar peserta yang hadir di KLB Demokrat.

SuaraJabar.id - Sejumlah pihak mempertanyakan sumber dana yang dipakai untuk membiayai Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Deli Serdang.

Kini, pertanyaan tersebut mulai terjawab. Istri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan angkat suara terkait sumber dana untuk Kudeta Partai Demokrat hingga menggelar KLB Demokrat.

Melalui akun Twitter miliknua @AnnisaPohan, ia membeberkan dugaannya mengenai sumber dana KLB Demokrat di Deliserdang.

Menurut dia, pelaku Gerakan Pengambilalihan Kekuasaan Partai Demokrat (GPK-PD) atau kudeta menggunakan uang untuk menarik para pemilik suara serta membayar peserta KLB.

Baca Juga: Annisa Pohan Kesal Demokrat Dikudeta, Netizen: Bilang ke SBY - AHY, Tempur!

Ia mencurigai bahwa sumbernya berasal dari pihak eksternal yang disebut 'membeli' tawaran para pelaku kudeta. Annisa membagikan cuitan tersebut bersama sebuah artikel berjudul 'Ditawari Uang Rp 30 Juta untuk Ikut KLB Demokrat, Mashadi Tetap Loyal kepada AHY.'

Ia kemudian menyematkan caption seperti ini:

"Permainan para GPK-PD adalah iming-iming uang untuk para pemilik suara sah & membayar peserta yg hadir. Sumber dana? Pembeli dari hasil jualan keliling menawarkan partai?" tulis Annisa, dikutip dari Suarasulsel.id.

Dilansir dari kanal youtube Kompas TV, Mashadi mengaku bahwa ia diajak bertemu oleh seorang mantan Ketua DPC dan diiming-imingi uang senilai Rp 30 juta.

"Saya diajak ketemu oleh seseorang yang Mantan Ketua DPC yang namanya Mbak Ayu di salah satu kafe di Kota Pekalongan," kata Mashadi dikutip video yang diunggah pada Sabtu, 6 Maret 2021 tersebut.

Baca Juga: DPP Demokrat Kubu AHY Diminta Pecat Kadernya yang Ikut KLB Sumut

"Saya ditawari untuk bergabung mengikuti KLB dengan iming-iming uang DP 30 juta," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait