Harga yang ditawarkan Edi bervariatif. Tergantung model dan ukuran miniaturnya. Namun untuk harga terendah ia menjualnya Rp 500 ribu, dan tertinggi kebanyakan dikisaran Rp 5 juta per unitnya.
Konsumennya pun berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, dan sudah merabmabh pasar internasional. Dari mulai negara Asia, Amerika hingga Eropa sudah disambangi produk miniatur keretanya.
Uniknya, khusus pesanan dalam negeri Edi kini tidak mengandalkan jasa layanan pengiriman. Ia lebih memilih mengantarkannya langsung kepada konsumen agar lebih aman dan tidak rusak.
"Kemanapun saya antar sendiri. Soalnya pernah ngirim lewat jasa, pecah," ujarnya.
Baca Juga:Akhir Bulan Mei, Amerika Serikat Siap Vaksinasi Penduduk Dewasa
Edi mengakui, usahanya sempat terdampak akibat pandemi Covid-19. Sebulan awal, ia terpaksa menghentikan aktivitas produksinya lantaran khawatir terpapar virus tersebut. Pesanan pun harus ditunda.
Omset pun berkurang sekitar 40 persen. Untungnya, sebulan kemudian ada konsumen menghubunginya untuk memesan miniatur kereta api. Aktivitas pembuatan miniatur kereta pun kembali dilakukan dengan protokol kesehatan.
"Alhamdulillah masih jalan, masih ada pesanan. Meski pun ya berkurang," tuturnya.
Awal-awal membuat miniatur kereta api, Edi menggunakan pvc sebagai bahan dasarnya. Namun seiring perkembangan, bahan dasar yang digunakannya beralhi menjadi akrilik.
"Bahannya lokal semua, dalam negeri," ujarnya.
Baca Juga:Rolls-Royce Kenalkan Delapan Unit Colours of Cullinan Collection
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki