Harganya Melambung Tinggi, Kebun Cabai Rawit Dijarah Maling

Pencuri cabai rawit di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat biasanya beraksi di malam hari.

Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 10 Maret 2021 | 17:02 WIB
Harganya Melambung Tinggi, Kebun Cabai Rawit Dijarah Maling
Petani di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat tengah memanen cabai rawit. Saat ini para petani cabai rawit di tempat itu tengah dipusingkan oleh ulah maling yang kerap mencuri cabai rawit mereka dalam jumlah yang cukup banyak. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

SuaraJabar.id - Melonjaknya harga cabai rawit seharusnya menjadi berkah bagi petani. Namun malah sebaliknya. Selain buntung, mereka juga was-was lantaran tanaman cabai rawit mereka kini malah kerap disasar maling.

Seperti yang dialami para petani cabai rawit Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Mereka mengaku mengalami kejadian tak mengenakan di tengah tingginya harga cabai rawit merah.

"Sebetulnya kalau untuk petani kalau panennya bagus mah harusnya untung. Tapi kan sekarang kendalanya hama, cuaca ekstrim, terus ada aja yang nyuri cabai," ungkap Dedi (37) salah seorang petani kepada Suara.com, Rabu (10/3/2021).

Seperti diketahui, harga cabai rawit merah saat ini sedang pedas-pedasnya. Harganya di tingkat pasar tradisional rata-rata mencapai Rp 120 ribu per kilogram. Sedangkan dari tingkat petani rata-rata Rp 80-90 ribu per kilogram.

Baca Juga:Harga Cabai Mahal, Yuk Tanam Sendiri di Rumah

Dedi mengungkapkan, tingginya harga cabai rawit merah dikarenakan hasil panen saat ini tidak memuaskan. Penyebabnya karena serangan hama dan faktor cuaca, sehingga distribusi ke pasaran sangat kurang.

Petani semakin tidak beruntung ketika hendak panen tenyata tanaman cabai mereka kerap menjadi sasaran maling. Menurutnya, kejadian tersebut bukan hanya terjadi di kebun yang digarapnya saja.

"Kejadiannya sering. Misalnya besoknya kan mau dipanen, suka keduluan ada yang nyuri. Otomatis hasil panennya kan berkurang lagi," ujar Dedi.

Petani lainnya Rudi Juhendi (54) mengaku cukup sering kemalingan cabai yang ditanamnya di lahan pribadi seluas 3 ribu meter persegi.

"Sejak pertama harga cabai rawit merah mulai mahal langsung sering kemalingan," ucapnya.

Baca Juga:Makin Pedas! Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp125 Ribu per Kg

Total Rudi memiliki sekitar 4000 batang pohon cabai yang ditanam secara tumpangsari dengan tanaman lainnya. Dirinya mengaku biasa kehilangan cabai rawit merah antara 3 sampai 5 kilogram.

"Sekitar 3 sampai 5 kilogram bisa hilangnya. Ya kebanyakan hanya dipetik cabainya saja. Biasanya subuh kejadiannya, karena sempat dijaga malam hari itu enggak ada," kata Rudi.

Sementara sekali panen ia bisa mendapatkan cabai rawit hingga 50 kilogram. Namun saat ini kondisinya tengah memburuk karena hama dan cuaca ekstrem. Akhirnya dari ribuan pohon ia hanya mampu mendapatkan 7 kilogram dengan masa panen seminggu sekali.

Rudi menyebut tak mengetahui siapa pelaku yang mencuri cabai rawit miliknya. Namun menurutnya aksi tersebut tak mungkin dilakukan oleh orang jauh.

"Mungkin orang dekat juga. Karena kalau siang atau sore itu kan suka ada jalan di dekat kebun, nah pas ditanya dia bilang lagi cari cacing. Mungkin sebetulnya memantau dulu," bebernya.

Dirinya mengaku tak bakal berbuat banyak untuk menghentikan aksi pencurian tersebut. Sebab jika menyuruh anak buahnya berjaga, maka perlu mengeluarkan biaya tambahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak