alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Istri Bupati Bandung Barat Sonya Fatmala "Diteror" Aplikasi Pinjol Ilegal

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 28 April 2021 | 16:46 WIB

Istri Bupati Bandung Barat Sonya Fatmala "Diteror" Aplikasi Pinjol Ilegal
PLT Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan didampingi istrinya, Sonya Fatmala , Selasa (20/4/2021). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Pelaku bisnis pinjol ilegai ini sampai menelfon Sonya Fatmala dan memaksanya untuk mengajukan pinjaman.

SuaraJabar.id - Aplikasi pinjaman online (pinjol) kerap mengirim sms blast untuk menawarkan layanan jasa pinjaman uang mereka pada publik.

Entah dari mana para pelaku bisnis pinjol ini memiliki database no kontak. Siapa pun bisa menerima sms penawaran dari aplikasi pinjol.

Salah satu warga yang kerap mendapat sms penawaran dari aplikasi pinjol adalah Sonya Fatmala. Istri Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan itu menceritakan pengalamannya menerima SMS atau pesan singkat yang berisi penawaran pinjaman dana ilegal.

"Masih terima (SMS). Banyak, penawaran ratusan juta. Silahkan pinjaman Rp 300 juta. Atau selamat Anda memenangkan Rp 150 juta," ungkap Sonya kepada Suara.com, Rabu (28/4/2021).

Baca Juga: Harga Tomat dan Cabai Rawit Anjlok Jelang Lebaran, Petani Gigit Jari

Ia menambahkan, bukan hanya SMS yang memang mudah diabaikan. Namun ada juga yang sampai meneleponnya dan ngotot untuk menawarkan pinjaman ilegal tersebut.

"Kalau sms masih bisa mengabaikan kadang masih ada yang nelpon benar-benar mereka sampai ngejar-ngejar.
Karena kita udah ini akhirnya saya jawab, alhamdulillah terima kasih, udah aja buat mbak. Abis itu dia marah. Berarti kan niatnya gak baik," beber Sonya.

Artis yang kini juga aktif di berbagai kegiatan sosial sebagai Ketua Jabar Bergerak Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu mengaku tak ambil pusing dengan ulah "teror" pinjaman ilegal melalui pesan singkat itu.

Namun ia mengkhawatirkan para orang tua yang malah terjebak dengan pinjaman-pinjaman tersebut. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 dan menghadapi Lebaran di mana kebutuhan ekonomi biasanya mengalami peningkatan.

Menurutnya, tugas pemerintah dan anak mudalah yang harus memberikan pemahaman kepada para orang tuanya agar tidak tertarik terhadap pesan-pesan semacan pinjaman ilegal dan yang mengatasnamakan sebagai pemberi hadiah uang.

Baca Juga: Varietas Baru Temuan Ratna Lebih Pedas dari Cabai Rawit, Berani Coba?

"Kita harus mencari tau informasi-informasi yang baik. Untuk milenial yang lebih melek teknologi, mereka lebih kritis coba edukasi ke orang tuanya pelan-pelan ke keluarganya bahwa ini bukan sesuatu yang baik," pungkas Sonya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait