alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Berstatus Zona Merah, Wisatawan Masih Boleh Piknik ke Bandung Barat

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 10 Juni 2021 | 15:45 WIB

Berstatus Zona Merah, Wisatawan Masih Boleh Piknik ke Bandung Barat
ILUSTRASI-Objek wisata Farmhouse di Kabupaten Bandung Barat. Di tempat ini, pengunjung bisa berinteraksi dengan hewan ternak seperti kambing. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

"Kalau zona merah (desanya) tentu kita tutup (wisatanya) supaya tidak meluas," kata Hengky Kurniawan.

SuaraJabar.id - Pemkab Bandung Barat menyatakan objek wisata tetap dibuka meski saat ini Kabupaten Bandung Barat (KBB) masuk zona merah atau berisiko tinggi penularan Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengatakan, jika berbicara Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, desa-desa di Bandung Barat rata-rata berada di zona hijau dan kuning sehingga objek wisata tetap dibuka.

"Per desa di KBB ini bervariasi jadi. Kalau bicara PPKM Mikro tempat-tempat wisata itu ada yang di zona hijau sehingga dibolehkan untuk dibuka," kata Hengky saat ditemui di Mason Pine Hotel, Bandung Barat, Kamis (10/6/2021).

Namun jika ada desa yang masuk zona merah di Bandung Barat, tegas Hengky, maka objek wisata yang ada di desa tersebut harus ditutup.

Baca Juga: Ledakan Kasus Covid-19 di Kudus karena Euforia Vaksin, Wisata, dan Tradisi Lebaran

"Kalau zona merah (desanya) tentu kita tutup (wisatanya) supaya tidak meluas," ujarnya.

Hengky menekankan, yang terpenting dalam situasi pandemi Covid-19 pihaknya selalu berupaya untuk menekan penilaran virusnya. Namun disatu sisi, kata dia, perekonomian tetap berjalan.

Sekretaris Daerah KBB, Asep Sodikin mengatakan berdasarkan rapat dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, objek wisata tetap dibuka sebab berdasarkan hasil evaluasi tidak ada desa yang masuk zona merah. Termasuk di kawasan Lembang.

"Alasannya karena di tingkat desa tidak ada zona merah, mayoritas hijau dan kuning," bebernya.

Meski boleh dibuka, pihaknya meminta kepada semua pelaku pariwisata untuk membatasi jumlah kunjungan maksimal 25 persen dan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Baca Juga: KBB Ditongkrongi KPK, Hengky Kurniawan Jamin Pelayanan Tetap Optimal

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait