Ngaku Ternak Ayam, Pas Digerebek Polisi Ternyata Ternak...

Pelaku memasang peredam di dinding agar suara mesin tidak terdengar oleh warga Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 08 Juli 2021 | 11:16 WIB
Ngaku Ternak Ayam, Pas Digerebek Polisi Ternyata Ternak...
Polisi menunjukkan barang bukti obat keras yang diproduksi secara ilegal di sebuah gudang di Kabupaten Bandung Barat, Rabu (7/7/2021). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Bisnis haram yang dijalankan SS ternyata memiliki omzet yang menggiurkan. Dari hasil memproduksi obat-obatan terlarang jenis Double L dan Y, tersangka SS bisa mendapat sekitar Rp 12 juta dari 100 ribu butir pil yang dikemas ke dalam satu dus.

"Sehari satu dus berisi 100 ribu butir dijual Rp 12 juta. Didistribusikan ke luar Pulau Jawa," jelas Rudy.

Dalam sehari, tersangka SS bisa memproduksi "pil setan" hingga 100 ribu butir yang dikemas ke dalam satu dus, yang kemudian dibagi ke dalam 100 plastik dengan jumlah 1.000 butir.

"Untuk pil yang sudah jadi yang sudah disita ada 1,5 juta butir," ucapnya.

Baca Juga:Kasus Korupsi Bansos Corona Aa Umbara, KPK Panggil Sekda hingga Ketua DKM Masjid

Bahan-bahan pembuat obat-obatan ilegal seperti tepung Magnesium Sterate, tepung Sodium Starch Glycolate, tepung tapioka, tepung Talc Powder Haicen, tepung Microcrystalline Cellulose, alkohol dan laktose didapat dari tersangka berinisial L yang sudah diamankan terlebih dahulu.

Bahan-bahan tersebut kemudian diproduksi menggunakan alat-alat yang sudah tersedia lengkap di gudang tersebut. Tersangka SS tak sendiri, ia dibantu salah seorang yang kini tengah menjalani isolasi mandiri akibat terpapar COVID-19.

"Sementara masih satu, kita masih kembangkan ada satu orang yang membantu, sekarang sedang isolasi mandiri (isoman), COVID-19," ungkap Rudy.

Obat-obatan yang berfungsi sebagai penenang dan memiliki efek halusinasi itu kemudian diserahkan kembali kepada tersangka L untuk diedarkan bersama suaminya yang juga sudah ditangkap polisi.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Baca Juga:Innalillahi, 7 Pasien COVID-19 di Bandung Meninggal Dunia karena Kekurangan Oksigen

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak