facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kampung Adat Ciptagelar Berduka, Mak Alit Istri Abah Ugi Meninggal Dunia

Ari Syahril Ramadhan Sabtu, 17 Juli 2021 | 11:24 WIB

Kampung Adat Ciptagelar Berduka, Mak Alit Istri Abah Ugi Meninggal Dunia
Ketua Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi Abah Ugi (kiri) dan istrinya Mak Alit. [Sukabumiupdate.comIstimewa]

"Iya betul istri Abah Ugi meninggal tadi sekitar pukul 19.30 WIB di kediamannya," kata Camat Camat Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kurnia Lismana.

SuaraJabar.id - Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi kini tengah diseimuti suasana duka.

Emak Endet atau Emak Alit (33 tahun), istri dari Ketua Adat Kasepuhan Ciptagelar, Abah Ugi Sugriana Rakasiwi meninggal dunia pada Jumat (16/7/2021) malam.

Camat Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kurnia Lismana membenarkan kabar duka Mak Alit meninggal dunia.

Menurutnya saat ini tim puskesmas kecamatan beserta dokter sedang menuju ke Ciptagelar.

Baca Juga: Tiga WNA China yang Ditangkap di Sukabumi Bakal Dideportasi

"Iya betul istri Abah Ugi meninggal tadi sekitar pukul 19.30 WIB di kediamannya," ujar Kurnia kepada sukabumiupdate.com-jejaring Suara.com.

Sementara itu juru bicara Kesepuhan Adat Ciptagelar Yoyo Yogasmana mengungkapkan bahwa almarhumah tidak menunjukan gejala sakit sebelumnya.

"Henteu sakit, ngan kacapean bae asal na mah (tidak sakit, hanya saja sering kelelahan awalnya)" ungkapnya via pesan singkat.

"Untuk proses pemakaman secepatnya setelah pengurusan selesai, bisa malam ini juga, di tempat pemakaman pangapungan," tandasnya.

Sekilas tentang Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar

Baca Juga: Detik-detik Penangkapan WNA Cina yang "Nyamar" Jadi Petani di Sukabumi

Kampung Adat Ciptagelar ini merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Sukabumi yang berada di kawasan Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, yang menonjolkan atau memperlihatkan cultur divercity atau keanekaragaman budaya.

Tentunya dengan keberadaan kasepuhan ini turut membantu dalam pengembangan Unesco Global Geopark Ciletuh Palabuhanratu, karena kampung adat tersebut salah satu keragaman budaya.

Meskipun demikian warga yang tinggal di daerah ini memiliki berbagai inovasi teknologi yang menjadikan Kampung Adat Ciptagelar mandiri tanpa menghilangkan nilai nilai Adat Kesundaan, sehingga meskipun tinggal di pedalaman tetapi warganya tidak gagap teknologi, bahkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait