alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Larut dalam Euforia Kemerdekaan, Warga Cimahi Jadi Buas hingga Bantai Warga Asing

Ari Syahril Ramadhan Selasa, 17 Agustus 2021 | 12:39 WIB

Larut dalam Euforia Kemerdekaan, Warga Cimahi Jadi Buas hingga Bantai Warga Asing
Alun-alun Kota Cimahi saat ini. Tempat ini pernah menjadi saksi sejarah perjuangan Rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Di mana ketika itu ditengah euforia kemerdekaan, warga asing yang ada di Cimahi dibawa ke tempat tersebut untuk dibantai.

Seperti yang dialami seorang warga Belanda pemilik toko roti terkenal ketika itu. Tahun 1945 warga asing tersebut diserang hingga tewas.

Foto udara pemukiman padat di Kota Cimahi. [Dok. Pemkot Cimahi]
Foto udara pemukiman padat di Kota Cimahi. [Dok. Pemkot Cimahi]

"Pemenggalan dilakukan oleh pribumi karena sebagai pelampiasan kepada orang-orang asing yang tinggal di Cimahi," sebut Machmud.

Kemudian menurut cerita warga zaman dulu, terang Machmud, di sudut Jalan Kaum juga dulunya dijadikan tempat pembantaian warga asing oleh para pemuda.

Di mana ketika itu ditengah euforia kemerdekaan, warga asing yang ada di Cimahi dibawa ke tempat tersebut untuk dibantai.

Baca Juga: Penuh Semangat, Difabel di Kabupaten Tegal Gelar Upacara Kemerdekaan

Selain serangan yang dilakukan secara sporadis yang dilakukan warga tanpa terorganisir, berbagai perlawanan pun dilakukan ketika itu oleh para pejuang.

Pertempuran dimulai ketika para pejuang berkumpul di kawasan Alun-alun Cimahi. Mereka bersiap menyerang orang-orang Belanda yang dinilai sebagai penjajah yang masih tersisa di Cimahi.

Sekitar tahun 1946, pasukan regu Kompi Daeng bersama Laskar Banteng Cimahi, BARA dan Detasemen Abdul Hamid melakukan penyergapan dan penembakan ke arah truk konvoi para penjajah.

Terjadi pertempuran di sekitar Alun-alun Cimahi di mana pasukan pribumi saat itu awalnya menerima informasi bahwa akan ada konvoi pasukan Belanda dari arah Bandung menuju arah Padalarang.

"Ada juga pencegatan pencegatan truk sekutu yang ke arah Padalarang, di Tagog, Perempatan Cihanjuang, dengan tujuan mengambil senjata, truk, dan pembunuh sekutunya," terang Machmud.

Baca Juga: Momen Kemerdekaan, Ini Rekomendasi 7 Game Android Buatan Anak Bangsa

Ketika itu para pejuang hanya mengandalkan peninggalan jepang saja atau mortil-mortil hasil rampasan. Sehingga ketika itu tak menghasilkan kekalahan bagi sekutu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait