alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ogah Bayar Rp 100 Ribu, Iqbal Tega Tusuk Teman Kencannya 65 Kali

Ari Syahril Ramadhan Jum'at, 27 Agustus 2021 | 15:17 WIB

Ogah Bayar Rp 100 Ribu, Iqbal Tega Tusuk Teman Kencannya 65 Kali
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung menunjukkan barang bukti pembunuhan perempuan yang mayatnya ditemukan di Sungai Cidurian, Kota bandung beberapa waktu lalu. [Antara]

"Jadi tersangka tidak bisa berhubungan intim, maka korban meminta uang ganti Rp100 ribu, namun tersangka itu menjadi emosi," kata Kapolrestabes Bandung.

SuaraJabar.id - Polisi mengungkap fakta mengejutkan dari kasus ditemukannya mayat perempuan bertato bunga dengan kondisi tanpa busana di Sungai Cidurian, Kota Bandung beberapa waktu lalu.

Menurut keterangan polisi, korban berinisial SS (20) tersebut meninggal dibunuh oleh Iqbal Akhmad Romadoni (22).

Pelaku dan korban sendiri baru berkenalan melalui aplikasi kencan MiChat.

Pelaku dan korban kemudian bertemu di rumah pelaku di Jalan Rancasawo, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung.

Baca Juga: Viral Pria Beli Tiket Kereta Api Rp25 Juta dari Bandung ke Yogyakarta, Begini Fasilitasnya

Mereka sempat ngobrol di ruang tamu rumah pelaku. Kemudian saat berada di dalam kamar, pelaku emosi karena korban meminta uang Rp 100 ribu.

Pelaku yang emosi kemudian membunuh korban dengan cara menusuk tubuh korban puluhan kali.

"Pelaku melakukan penusukan sebanyak 65 kali, tusukannya sebanyak 45 kali di bagian depan dan 20 kali di bagian belakang," Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung, Jumat (27/8/2021).

Setelah korban dibunuh, Aswin mengatakan, pelaku membungkusnya dengan menggunakan seprai dan selimut yang ada di rumah pelaku. Lalu pada pukul 18.30 WIB, pelaku membuang korban ke sungai.

"Korban disimpan dulu beberapa jam sampai sore, setelah jam 18.30 WIB baru korban dibawa menggunakan gerobak pasir yang ada di depan rumah pelaku, dan pelaku mendorong memasukkan korban ke sungai," kata Aswin.

Baca Juga: Warga Bandung Terlibat Kecelakaan Maut di Jalan Tol Purbaleunyi

Menurut Aswin, pelaku dan korban saling kenal melalui aplikasi pesan singkat. Belakangan, kata Aswin, korban diketahui merupakan pekerja seks komersial (PSK).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait