Istrinya bernama Virginia Anggraeni meregang nyawa setelah mobil yang dikendarai Saipul Jamil menghantam pembatas jalan hingga mobil tersebut terbalik. Sementara Saipul Jamil dan penumpang lainnya selamat dari maut.
Banyak orang berpendapat jika kecelakaan di titik itu disebabkan makhluk tak kasat mata menganggu pengemudi saat berkendara. Di ruas tol yang tepat melingkar di Gunung Hejo itu disebut banyak dihuni makhluk tak kasat mata yang kerap mengganggu konsentrasi para pengemudi.
Namun lagi-lagi Abah Kecrik membantahnya.
Menurutnya, kecelakaan terjadi di ruas Tol Cipularang KM 96-97 tidak ada kaitan dengan keberadaan petilsan ini. Ia menilai, kecelakaan terjadi akibat kurang kehati-hatian pengemudi saat berkendara
Baca Juga:Akhirnya, KPI Perbolehkan Saipul Jamil Tampil di TV; Sebagai Bahaya Predator
Menurutnya, kecelakaan terjadi di lokasi tersebut merupakan bagian dari takdir. Jika ada pengendara mengaku melihat sejumlah penampakan makhluk astral.hingga mengalami gangguan di luar nalar, itu terjadi karena kebetulan dan tidak ada kaitannya dengan keberadaan petilasan tersebut.
''Kebetulan saja, pas takdirnya meninggal di tol, pas juga lokasinya dekat petilasan. Padahal tidak ada kaitannya'' katanya.
Letak Gunung Hejo dan Larangannya
Jika dari ruas Tol Cipularang, letak Gunung Hejo Sangatlah dekat sebab tepat berada di samping kilometer 96-97. Namun jika melewati akses jalan biasa, letaknya cukup jauh dari jangkauan pemukiman masyarakat umum.
Aksesnya hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja. Itupun akses jalannya cukup sulit dilalui. Sebab selain jalannya setapak dengan melewati hutan, aksesnya cukup terjal hingga sesampainya ke sebuah pemukiman terpencil tepat di kaki Gunung Hejo. Salah satunya dihuni Abah Kecrik dan keluarganya.
Baca Juga:Saipul Jamil Boleh Tampil di TV untuk Edukasi, Arie Kriting : Belajar Hap Hap
Asal usul Gunung Hejo adalah pernah terjadi kebakaran hutan di area Hejo, hingga meluluhlantahkan semua area tersebut. Peristiwa itu terjadi ketika kemarau yang panjang hampir sembilan bulan lamanya.