SuaraJabar.id - Jejak-jejak keberadaan hiu purba Megalodon kerap ditemukan di wilayah Surade, Kabupaten Sukabumi.
Yang paling sering ditemukan adalah gigi hiu Megalodon. Gigi hiu Megalodon bahkan kerap diburu penambang karena memiliki nilai ekonomi tinggi.
Namun bukan hanya di Surade fosil gigi Megalodon sering ditemukan.
Penambang asal Kampung Legok Jambu RT 06/02 Desa Cibobas, Kecamatan Cibitung, Cepi Sudirman (39 tahun) mengaku gigi Megalodon juga bisa ditemukan di Kecamatan Cibitung.
Baca Juga:Polisi Autopsi Jasad Anggota Ormas Tewas Bentrok di Perbatasan Sukabumi-Cianjur
Informasi adanya fosil gigi atau huntu gelap Megalodon di Desa Cibodas diperoleh Cepi dari temannya sejak lima bulan lalu.
![Megalodon. [Rodrigo Arangua/AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/06/48732-megalodon.jpg)
"Lima bulan lalu mulai melakukan survei. Ternyata memang ditemukan urat berupa fosil kerang-kerang," kata dia, Senin (27/9/2021) kepada sukabumiupdate.com-jejaring Suara.com.
Penambangan yang telah dimulai sejak lima bulan lalu hingga sekarang, sambung Cepi, dilakukan di lahan warga atau pribadi.
Diprakirakan 100 fosil gigi Megalodon, baik yang mulus atau cacat, berhasil didapatkannya. Fosil tersebut tersebar di beberapa lokasi, antara lain Kampung Legok Jambu dan Sodong Desa Cibodas, Kampung Cikamarang Desa Banyuwangi, serta Kampung Bojongsero Desa Cibitung.
"Lahan yang ditambang merupakan milik pribadi dengan kerja sama bagi hasil untuk pemilik lahan 10 persen," ujar Cepi.
Baca Juga:Satu Orang Tewas dalam Bentrok Ormas, Polisi Ciduk Anggota Pemuda Pancasila dan BPPKB
Ia menyebut, penemuan fosil Megalodon di Kampung Legok Jambu, termasuk kualitas yang terbaik.